Breaking News:

BATAM TERKINI

Polsek Sekupang Batam Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Jurnalis

Erwinsyah diduga dianiaya oleh Johanes Lotte, Ketua DPC GPN RI di Kampung Bukit, Kampung Bukit, Sekupang Batam, Minggu (2/8/2020) lalu.

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Kapolsek Sekupang AKP Yudi Arvian 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian menyebutkan, pihaknya sudah menerima dan menangani laporan polisi terkait dugaan penganiayaan Erwinsyah, salah seorang jurnalis media online di Batam.

Erwinsyah diduga dianiaya oleh Johanes Lotte, Ketua DPC GPN RI di Kampung Bukit, Kampung Bukit, Sekupang Batam, Minggu (2/8/2020) lalu.

"Laporan sudah kita terima pada Senin 3 Agustus 2020. Kejadiannya sehari sebelumnya," kata AKP Yudi, Kamis (6/8/2020).

Setelah menerima laporan tersebut, lanjut AKP Yudi, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban sebagai pelapor dan telah meminta keterangan seorang saksi.

Korban juga langsung diarahkan untuk melakukan visum guna melengkapi bukti penganiayaan.

"Terlapor sudah kita mintai keterangan, terlapor cukup koperatif. Nanti, jika dalam pemeriksaan terpenuhi unsur-unsur untuk menetapkan terlapor sebagai tersangka akan kita tetapkan. Tapi saat ini kita masih menunggu hasil visum dan melengkapi alat bukti lain. Kasus ini kita proses sesuai prosedur dan tahapannya," kata AKP Yudi.

HARI Ini, Pasien Positif Covid-19 di RSKI Galang Batam Tambah 26, Suspek Tambah 38 Orang

Seperti pengakuan, Erwiansyah ia dianiaya saat mendatangi kediaman Johanes, Minggu 2 Agustus 2020.

Penganiayaan itu, menurut Erwiansyah dipicu karena Johanes merasa risih dengan kehadirannya sebagai jurnalis.

Sementara, Johanes mengaku, penganiayaan itu terjadi karena ia tak bisa membendung emosinya saat Erwinsyah mendatanginya di kediamannya dengan sikap kasar.

"Dia datang ke rumah saya karena punya masalah pribadi dengan seorang rekannya. Dia minta saya menegur rekannya itu dengan menggebrak meja dan bersikap kasar sehingga emosi saya terpancing dan memukulnya. Saya akui saya salah. Tapi wajar saya emosi. Dia datang ke rumah saya marah-marah dan gebrak meja," ujarnya.

Setelah penganiayaan itu terjadi, antara Johanes dan Erwiansyah yang sudah lama saling kenal ini kemudian sepakat untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Mereka sepakat berdamai.

"Kesepakatan damai itu mereka tuangkan dalam surat pernyataan yang disaksikan oleh perangkat RT/RW dan Bhabinkamtibmas," ujar Ketua RW 06 RT, Walid.

Namun, setelah kesepakatan untuk menyelesaikan masalah penganiayaan itu secara kekeluargaan, sehari setelah kesepakatan damai, Erwinsyah membuat laporan polisi ke Mapolsek Sekupang. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved