Breaking News:

Klaim JHT Melonjak Imbas Pandemi, Direksi BPJAMSOSTEK Pastikan Pelayanan Tetap Prima

Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

ISTIMEWA
Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengungkapkan bahwa terhitung hingga Juli 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,48 juta kasus atau meningkat 19% (yoy) dengan nominal mencapai Rp18,17 Triliun atau meningkat 23% (yoy). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sejak bulan maret lalu masih belum menunjukkan penurunan.

Hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), sebab banyak dari pemberi kerja yang terpaksa mem-PHK tenaga kerjanya.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengungkapkan bahwa terhitung hingga Juli 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,48 juta kasus atau meningkat 19% (yoy) dengan nominal mencapai Rp18,17 Triliun atau meningkat 23% (yoy).

Jika dilihat dari jumlah pengajuan klaim sepanjang bulan Juli 2020, terjadi lonjakan sebesar 67% atau sebanyak 329,3 ribu dengan nominal Rp3,82 Triliun, dimana jumlah tersebut meningkat 60% dibanding nominal klaim JHT sepanjang bulan Juli tahun 2019.

Meski terjadi peningkatan jumlah klaim, Agus meyakinkan bahwa BPJAMSOSTEK siap untuk menghadapi gelombang PHK ini dengan menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.

Protokol yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu ini telah mendapatkan respon positif dari peserta maupun para pemangku kepentingan.

Bahkan kini bagi peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BPJAMSOSTEK seluruh Indonesia melalui LAPAK ASIK offline, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Guna memastikan pelayanan LAPAK ASIK offline berjalan dengan baik, Agus melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama dengan Anggota Dewan Pengawas Rekson Silaban pada hari Jumat di Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Tanjungpinang (7/8/2020).

“LAPAK ASIK offline ini dinilai aman sebab tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung, melainkan melalui bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor dan terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data,”ungkap Agus.

Agus juga menambahkan bahwa melalui metode tersebut, dalam waktu yang bersamaan setiap petugas Customer Service Officer (CSO) mampu melayani 4-6 orang sekaligus atau dengan kata lain disebut "One to Many".

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved