6 WNA Asal Ukraina Terpapar Covid-19 Batal Dikarantina di LPMP Kepri, 'Semua di Rumah Singgah'
Adapun alasan WNA ini tak jadi dikarantina di LPMP, karena warga Bintan menolak LPMP dijadikan tempat karantina bagi pasien Covid-19.
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Enam Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang terkonfirmasi Covid-19, tak jadi dikarantina di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di Bintan.
Nasib yang sama juga berlaku untuk empat rekan lainnya yang dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab test Covid-19 di Tanjungpinang.
Sebelumnya, 10 WNA asal Ukraina ini transit di Bandara RHF Tanjungpinang, setelah terbang dari Malaysia. Tujuan mereka berikutnya ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Adapun alasan ke-10 WNA ini tak jadi dikarantina di LPMP, karena warga Bintan menolak LPMP dijadikan tempat karantina bagi pasien Covid-19.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana.
"Tak jadi dibawa kesana, sebab ada penolakan warga. Saat ini semuanya berada di rumah singgah RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT)," ucap Tjetjep Yudiana, Jumat (7/8/2020).
Sementara itu, terkait penolakan warga soal LPMP jadi tempat karantina pasien Covid-19, Tjejep sangat memakluminya.
"Tapi keputusan ini juga sudah menjadi keputusan pusat untuk daerah memanfaatkan gedung tersebut. Apalagi tempatnya sangat memenuhi syarat, dan jauh dari pemukiman warga," ucapnya kembali.
• Setelah Kanitreskrim Terpapar Corona, Kini Anggota Polsek Sagulung Batam Rajin Olahraga
Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas di rumah singgah RSUD RAT Tanjungpinang, seluruh hotel di Tanjungpinang tidak ada yang bersedia bekerja sama.
"Semua hotel di Tanjungpinang menolak untuk bekerja sama dijadikan tempat karantina. Namun kita sudah dapat tempatnya, tapi ada penolakan. Kami kembalikan kepada masyarakat. Kalau memang menolak kami tidak akan gunakan tempat itu. Mudah-mudahan masyarakat memaklumi kondisi dan tidak mempersoalkan," ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah wajib hadir memberikan pelayanan, ketika kasus Covid-19 di luar prediksi, meningkat dan membuat rumah sakit kewalahan karena jumlahnya melebihi kapasitas.
"Kami akui juga, kurangnya sosialisasi tempat tersebut menjadi lokasi karantina baru. Tapi ledakan ini di luar predikasi sepekan lalu. Awalnya santai saja, ternyata sebanyak itu yang terpapar. Inilah langkah cepat pemerintah dalam mengantisipasi untuk tempat karantina," ujarnya lagi.
6 WNA Ukraina Positif Covid-19
Satu unit Helikopter carteran yang ditumpangi 10 Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina melakukan transit di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Senin (3/8/2020).
Heli itu sebelumnya terbang dari Malaysia dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Saat akan melanjutkan perjalanan, pesawat helikopter tersebut transit untuk melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Tanjungpinang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0708plt-kadinkes-kepri-diperiksa-polisi.jpg)