Rabu, 20 Mei 2026

HUT KEMERDEKAAN

Kerap Digelar Saat Hari Kemerdekaan Indonesia, Bagaimana Sejarah Lomba Panjat Pinang?

Biasanya, berbagai perlombaan diadakan untuk memeriahkan momen hari kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah panjat pinang. Bagaimana sejarahnya?

Tayang:
TRIBUN BATAM/DEWI HARYATI
ILUSTRASI - Lomba yang paling sering digelar saat HUT Kemerdekaan Indonesia, inilah sejarah panjat pinang. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 ini, tanah air merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Biasanya, berbagai perlombaan diadakan untuk memeriahkan momen bersejarah tersebut.

Salah satunya adalah dengan menggelar lomba panjat pinang.

Perlombaan tersebut bisa dibilang sebagai ikonik yang dilaksanakan pada hari kemerdekaan Indonesia.

Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik.

Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon yang biasanya pohon pinang.

Kumpulan Gambar Bergerak Untuk Hari Kemerdekaan Indonesia, Unggah di Medsos Saat 17 Agustus

Panjat pinang atau grasy pole (dalam Bahasa Inggris) sudah dikenal masayarakat dunia termasuk Indonesa, sejak zaman kolonial Belanda.

Permainan panjat pinang dahulu digelar untuk meramaikan acara pernikahan, kelahiran, dan acara penting lainnya.

Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana awal mula sejarah panjat pinang muncul di Indonesia.

Dilansir dari TribunMakasar.com, panjat pinang merupakan salah satu tradisi yang cukup tua dan populer di Indonesia.

Perlombaan ini berasal pada masa penjajahan Belanda yang digelar sebagai acara hiburan bagi para kaum kolonial.

Panjat pinang diadakan pada momentum penting seperti hajatan, hari libur nasional atau hari ulang tahun tokoh-tokoh penting Belanda.

Penjajah Belanda memasang batang pohon pinang yang telah dilumuri pelicin secara vertikal dan memasang bermacam-macam hadiah di pucuk tiang tersebut.

Lalu masyarakat Indonesia pada masa itu akan berlomba-lomba untuk memanjat dan meraih hadiah yang disediakan, sementara penjajah Belanda hanya menonton 'pertunjukan' yang keras itu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved