Rabu, 29 April 2026

Pengamat Sebut Kemesraan Megawati dan Prabowo Subianto Kini Belum Tentu Berlanjut hingga 2024

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin mengatakan kemesraan ditampilkan Megawati-Prabowo kini belum tentu berlanjut.

Tayang:
(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) berpamitan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) usai menggelar pertemuan tertutup di Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Hubungan politik Megawati dan Prabowo Subianto diketahui telah mencair.

Setelah sempat menjadi oposisi, rupanya Megawati-Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan kembali.

Namun demikian, kemesraan antara keduanya kini belum tentu berlanjut hingga pemilihan presiden 2024 mendatang.

Seperti diketahui, kader Partai Gerindra meminta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju kembali dalam Pilpres 2024 mendatang.

Permintaan itu muncul saat Kongres Luar Biasa (KLB) Gerindra, Sabtu (8/8/2020) lalu.

Lantas bagaimana peluang Gerindra untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan (PDIP) di Pilpres 2024?

Mengingat dalam KLB, Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri diundang dan memberikan sambutan secara virtual.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Jakarta Ujang Komarudin mengatakan kemesraan yang ditampilkan Megawati-Prabowo saat ini belum tentu berlanjut hingga Pilpres 2024.

"Kemesraan Megawati dan Prabowo saat ini belum tentu berlanjut hingga 2024. Karena politik itu sifatnya cair dan dinamis, semua masih serba kemungkinan," ujar Ujang, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (10/8/2020).

Menurut Ujang, hadirnya Megawati secara virtual dan memberikan sambutan dalam KLB Partai Gerindra hanyalah hal biasa.

Bukan sesuatu yang luar biasa, karena keduanya --baik Gerindra dan PDIP-- saat ini sama-sama berada di barisan koalisi pemerintah.

Selain itu, dia menilai sejarah sudah membuktikan hubungan antara Megawati-Prabowo kerap berubah-ubah seiring berjalannya waktu.

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 10 Agustus 2020, Virgo Raup Untung, Gemini Bangun Usaha Bersama Kolega

Ramalan Zodiak Asmara Senin 10 Agustus 2020, Aquarius Rewel, Scorpio Over Percaya Diri dan Sombong

"Dalam sejarah sudah kita buktikan, kemesraan Megawati dan Prabowo itu naik-turun dan panas-adem," kata dia.

Ujang mencontohkan ketika keduanya berpasangan sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2009 silam. Mereka maju untuk melawan Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono, namun pada akhirnya kalah.

Selepas itu, keduanya membuat perjanjian dimana Megawati akan mendukung mantan Danjen Kopassus tersebut sebagai capres di Pilpres 2014.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved