Breaking News:

Viral Siswa SMA Kritik soal Pembelajaran Jarak Jauh: Terkendala Gadget, Kuota, hingga Sinyal

Video seorang pelajar yang mengkritisi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) beredar luas.

Editor: Anne Maria
Tribunnews/Istimewa
Sosok Syamil Shafa Besayef, pelajar kelas 12 dari SMAN 7 Jakarta yang viral karena mengkritisi sistem belajar daring. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Video seorang pelajar yang mengkritisi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) beredar luas.

Rekaman tersebut kemudian viral di sosial media.

Di dalam video tersebut, sang pelajar berseragam SMA ini mengaku, kendala mengenai sistem sekolah daring.

Menurutnya, kendala yang ada kurang lebih sama di berbagai penjuru Indonesia.

Di antaranya seperti kendala gadget, kuota, sinyal, hingga kerap mati lampu.

Pelanggar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi, Bupati Karimun: Kita Akan Pelajari Inpresnya

Juliadi Dipasung Selama 20 Tahun Karena Alami Gangguan Jiwa Setelah Mempelajari Sebuah Buku

Selain itu, ia mengaku pembelajaran secara daring kurang efektif, lantaran tidak adanya sosok guru yang mengawasi anak didiknya ketika belajar.

"Kita kurang efektif tidak seperti di sekolah. Di sekolah kita dipantau langsung sama guru. Guru itu kan digugu dan ditiru."

"Dan ada wacana saya lihat di berita, saya gak tahu ini benar apa enggak, bahwa PJJ ini akan dilaksanakan dengan permanen.

Sedangkan kalau kita belajar cuma mau pintar, Google juga lebih pintar daripada sekolah," ujar sosok pelajar ini dalam videonya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved