Minggu, 12 April 2026

KEHAMILAN

Cara Mencegah Bayi Meninggal dalam Kandungan

Bayi mati dalam kandungan menjadi momen paling menakutkan bagi setiap calon orangtua.

FREEPIK.COM
ilustrasi ibu hamil 

Editor: Agus Tri Harsanto

TRIBUNBATAM.id - Bayi mati dalam kandungan menjadi momen paling menakutkan bagi setiap calon orangtua.

Kematian bayi di dalam kandungan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada wanita yang tidak memiliki faktor risiko apapun, tanpa gejala apapun.

Wanita yang berisiko tinggi adalah wanita yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama hamil

Seperti yang terjadi di Australia, di mana enam bayi sekarat setiap hari di rahim ibu mereka dan kemudian lahir dalam kondisi tak bernyawa.

The Australian Stillbirth Foundation telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mendanai penelitian penting guna menyelamatkan lebih banyak bayi yang sekaligus menjadi terobosan besar.

Momen Romantis Baim Wong dan Paula Veroheven saat Sunset di Pantai, Teringat Saat Hamil Kiano

Sebuah tim di Hunter Medical Research Institute bersama Profesor Roger Smith menemukan bahwa banyak kelahiran mati yang dipicu oleh plasenta yang menua dan memburuk.

Peneliti menemukan saat plasenta memecah untuk melepaskan enzim ke dalam darah ibu, yang bisa dilakukan ialah tes darah dalam waktu dekat untuk mengingatkan dokter jika bayi dalam bahaya.

Plasenta sangat penting karena memberi bayi oksigen, aliran darah dan membuat bayi tetap sehat.

Bila bayi mati dalam kandungan  (lahir mati), maka sebaiknya menunggu selama beberapa saat sebelum berusaha untuk kembali hamil.

Beberapa wanita yang kembali hamil pada 12 bulan pertama setelah mengalami keadaan ini menderita gangguan cemas dan depresi berat, yang terjadi selama kehamilan hingga 1 tahun setelah persalinan. 

Tergantung pada penyebabnya, kehamilan berikutnya mungkin merupakan kehamilan yang berisiko tinggi.

Kesempatanuntuk memperoleh bayi yang sehat akan meningkat bila si ibu menjaga kesehatan  sebelum hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan sedini mungkin.  

Dengan demikian, bidan atau dokter dapat memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap berbagai gangguan yang dialami.

Beberapa hal yang dapat membantu  untuk menjaga kesehatan diri dan bayi selama kehamilan agar tidak terjadi bayi mati dalam kandungan, seperti dikutip dari para pakar kebidanan dan kandungan yang tergabung dalam American Pregnancy Association;

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved