Minggu, 12 April 2026

CORONA Teror Siswa dan Guru, Klaster Sekolah Bermunculan, Satgas COVID19 Angkat Bicara

Kasus-kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 bermunculan di sekolah. Ini terjadi setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka

TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Pelajar SMP di Karimun yang sempat belajar dengan sistem tatap muka di sekolah di awal tahun ajaran 2020/2021. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kasus-kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 bermunculan di sekolah.

Ini terjadi setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dan kuning. 

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun angkat bicara.

Wiku menegaskan pemerintah mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka dengan sejumlah syarat yang ketat.

Jika masih terjadi penularan, maka Wiku menilai syarat-syarat tersebut belum dijalankan dengan baik. 

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka
Mendikbud Nadiem Makarim saat memberi penjelasan siswa di zona hijau sudah bisa masuk sekolah, sedangkan zona merah, kuning, oranye dilarang tatap muka (Kemendikbud)

"Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah, itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mungkin belum sempurna dalam melakukan simulasinya," kata Wiku dalam keterangan pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8/2020). 

Wiku mengingatkan lagi bahwa proses pembukaan sekolah tatap muka oleh Pemda harus dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proses.

Proses tersebut mulai dari prakondisi hingga menentukan waktu yang tepat kapan sekolah sebaiknya dibuka. 

Kemudian prioritas menentukan mana sekolah yang harus dibuka dahulu dan mana yang belum boleh dibuka.

Lalu, harus ada konsultasi dan koordinasi antara satgas daerah dan satgas pusat.

Terakhir, monitoring dan evaluasi juga harus terus dilakukan selama proses pembelajaran tatap muka. 

Lalu tiap sekolah juga perlu melakukan persiapan untuk memastikan protokol kesehatan terus dijalankan baik oleh guru dan siswa.

Ini juga termasuk sarana transportasi siswa saat menuju sekolah. 

"Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah atau mana pun juga," ujar Wiku. 

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved