Rabu, 22 April 2026

Driver Ojol Alami Gejala Aneh Disuntik Vaksin COVID-19

Kejadian aneh dialami relawan uji coba vaksin Covid-19. Setelah melewati 24 jam sejak penyuntikan relawan mmerasakan kejadian yang tak biasa

kompas.com
Ilustrasi. ‎Para relawan yang disuntik vaksin Covid 19 pada Selasa (11/8/2020) di RS Pendidikan Universitas Padjadjaran sudah melewati 24 jam sejak penyuntikan. 

"Jangan takut divaksin.

Kalau takut efek samping, perbanyak baca.

Jangan terlalu percaya hal-hal lain.

Kita harus waspada dengan Covid-19," ujar Fadly.

Relawan Lain

Nina (32), merasa lega seusai menjalani penyuntikan vaksin Covid-19, siang hari.

Sembari menenteng beberapa helai berkas, perempuan yang mengenakan kerudung berwarna hitam itu keluar dari pintu utama Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran bersama dengan dua orang saudari kandungnya.

Nina menilai penyuntikan uji coba vaksin itu merupakan sebagai benteng utama guna melawan serangan penyakit Covid-19.

Kendati pemantauan kondisi relawan sangat dibutuhkan hingga rampung nanti.

"Setidaknya ada benteng buat kami.

Untuk penyuntikan di lengan kiri dan sekali.

Cairannya apa kami enggak boleh melihat," ujar Nina, saat diwawancara, di lokasi, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, ketika sebelum pemberian vaksin tersebut dilakukan pengambilan sample darah. Yakni, kemarin dan hari ini. Setidaknya baru dua kali.

"Dari petugas beri tahu kalau suntik itu pasti sakit. Rasanya pas disuntik saja, selebihnya enggak ada. Petugas bilang enggak ada efek samping," katanya.

Dia bilang saat melakukan pendaftaran menjadi relawan via tautan daring hari Senin kemarin.

Memperoleh informasi dari seorang karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin.

"Kalau kerja, saya di klinik.

Sekeluarga (dua saudari) saya yang ajak.

Ini buat masa depan juga, kan enggak tahu juga penyakit ini mau sampai kapan?" ujarnya.

Setelah mengikuti proses penyuntikan vaksin hari ini, dia berharap besar terhadap penelitian yang dilakukan oleh kampus dan industri tersebut.

"Mudah-mudahan vaksin ini memang tempatnya.

Jadi Covid hilang dan bantu masyarakat lain juga. Biar enak lagi hidup enggak terbatas, mau kemana-mana bisa," katanya.

Enggak Takut

Kendati tak sedikit orang merasa khawatir saat menjalani penyuntikan. Terlebih menjadi sukarelawan uji coba vaksin Covid-19.

Namun, rasa sakit seolah sirna yang dirasakan oleh seorang relawan, Rohaeni (33) yang datang bersama dua adiknya di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran, Kota Bandung.

"Enggak takut, karena sudah di tes segalanya. Jadi buat apalah takut, paling nanti kalau ada sesuatu di tim dokter pasti akan membantu lagi," ujar Rohaeni saat diwawancara seusai penyuntikan, di lokasi, Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

Secara sekilas, perempuan mengenakan kerudung itu menceritakan sejak pagi hingga siang hari proses penyuntikan vaksin yang berlangsung relatif lancar.

"Begitu masuk kami didaftar dan data dulu. Terus setelah masuk ambil cek data dulu. Setelah ambil darah, check up semua. Baru menunggu hasil tes darah. Setelah berhasil, kami bisa langsung vaksin," katanya.

Dia bilang untuk pengambilan darah mereka berlangsung sekitar 10 menit.

Setelah proses semua itu dilakoni, baru dilakukan penyuntikan.

"Tidak kenapa-kenapa, tidak ada rasa apapun efeknya. Nanti ada sesi vaksin kedua, dua minggu setelah ini," ujarnya.

Ibu rumah tangga itu mengungkapkan meski baru pertama kali menjadi relawan vaksin.

Dia mengaku alasan utama berpartisipasi hendak membantu menyukseskan penelitian tersebut.

"Yang pasti ingin selesai ini Covid-nya, terus membantu agar masyarakat lainnya percaya kalau vaksin ini tak berbahaya dan tak terjadi apa-apa," kata ibu satu orang anak ini.

Menurutnya, menjadi relawan bermula dari ajakan adik kandungnya yang bekerja di bidang kesehatan. Persisnya Asisten Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Unpad, Kusnandi Rusmil. Namun, seusai memperoleh izin dari suaminya yang keseharian bekerja sebagai buruh.

"Disaranin adik, biar ikutan selesai masalah Covid-nya. Karena sudah dijaga sama pemerintah juga. Kesana juga alhamdulillah mungkin santai," ujarnya.

Warga tinggal di kawasan Geger Kalong, Kecamatan Sukasari itu menyarankan warga lainnya bagi yang berminat bisa menjadi sukarelawan vaksin Covid-19.

"Lebih baik ikutan vaksin ini dari pada enggak, sayang kalau misal tidak ikut.

Apalagi kalau sudah ikut vaksin bisa mencegah Covid itu masuk ke tubuh," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Relawan Mengaku Ngantuk Berat Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved