Minggu, 3 Mei 2026

Ada Cedera Serius di Kepala, Siswa SMP di Batam Meninggal Dunia, Sempat Dibantu Ventilator

Menurut salah satu petugas RSBK Batam, saat dilarikan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) SR telah mendapat bantuan alat pernapasan (Ventilator)

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/ICHWAN NURFADILLAH
Suasana ruang forensik RS Bhayangkara Polda Kepri, Sabtu (15/8/2020). Jenazah SR, remaja yang meninggal setelah kepalanya dipukul temannya hingga kini masih terbujur kaku di ruang instalasi forensik RS Bhayangkara Polda Kepri. 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelajar SMP di Batam berinisial SR (15) akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama seminggu di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Kota Batam.

SR diketahui menghembuskan napas terakhirnya Jumat (14/8/2020) sore.

Menurut salah satu petugas RSBK Batam, saat dilarikan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) SR telah mendapat bantuan alat pernapasan (Ventilator).

"Pasien masuk sudah tak sadarkan diri dan pernapasannya dibantu ventilator," ujar petugas yang tak ingin disebutkannya kepada Tribun Batam, Sabtu (15/8/2020).

Menurut petugas ini, selama seminggu itu, kondisi SR memang tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia di ruang ICU.

Update Kasus Covid-19 di Kepri, Pasien Positif Corona di Batam, Bintan, dan Karimun Bertambah

Corona Batasi Interaksi Mahasiswa dengan Dosen, Simak Penjelasan 3 Pemimpin Universitas di Kepri

"Masuk sudah GCS (Glasgow Coma Scale) 3 spontan RR (-)," ungkapnya.

GCS sendiri adalah skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran seseorang. Dengan angka 3, kondisi SR berada di tingkat kesadaran terendah.

Sementara itu, pihak keluarga juga mengakui jika SR mendapat perawatan di RSBK Batam dalam keadaan koma.

"Iya. Saat di rumah sakit sudah tak sadarkan diri," ujar ayah SR melalui gurunya di sekolah, Ali.

Sementara itu, setelah dinyatakan bebas dari Covid-19, jenazah SR akan menjalani autopsi di RS Bhayangkara Polda Kepri.

Lanjut Ali, setelah dimusyawarahkan bersama pihak keluarga, autopsi terhadap SR akan dilakukan besok, Minggu (16/8/2020).

Negatif Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, hasil swab terhadap jenazah SR (15) telah diketahui.

"Negatif Covid-19," ujar Didi kepada TRIBUNBATAM.id, Sabtu (15/8/2020).

Hasil itu didapat oleh Didi usai dirinya menghubungi Kepala BTKL-PP Batam, Ismail Damhuji.

Menurut Didi, untuk hasil swab sendiri biasanya akan diketahui setelah 7 (tujuh) jam kerja.

"Kalau tidak ada sampel lain, 7 jam siap," ungkap Didi lagi.

Didi pun telah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Kepri untuk meneruskan hasil pemeriksaan swab dari BTKL-PP Batam.

Untuk proses autopsi, kata Didi lagi, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Polda Kepri.

"Tadi saya sudah koordinasi dengan pihak Polda juga mengenai hasil ini," tutup Didi.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol M. Haris mengatakan, anggotanya tengah bergerak menuju RS Bhayangkara Polda Kepri.

"Sudah, anggota sudah ke sana. Dikoordinasikan dengan penyidiknya," ujar Haris kepada TRIBUNBATAM.id.

Sementara itu, jenazah SR masih terbujur kaku di ruang instalasi forensik RS Bhayangkara Polda Kepri.

Remaja 15 tahun itu meninggal dunia usai mendapat cedera serius di bagian kepala.

Dia diketahui meninggal usai mendapat pukulan dari rekan bermainnya.

SR adalah pelajar SMP di salah satu sekolah di Kota Batam.

Usai autopsi, keluarga SR berencana langsung memakamkan jenazah..

"Kasihan jenazah terlalu lama di dalam rumah sakit," ujar guru SR di sekolah, Ali..

(Tribunbatam.id/Ichwan Nurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved