ANAMBAS TERKINI
Melihat Uniknya Batu Tompak Tige, Destinasi Wisata di Tarempa Selain Selayang Pandang
Biasanya masyarakat pada sore hari cukup ramai berolahraga seperti jogging maupun jalan santai.
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Wisata di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri tidak hanya dengan alam bawah lautnya.
Di Kecamatan Siantan, ada batu yang menarik dan cocok untuk menjadi spot foto.
Berlokasi di ujung jalan Selayang Pandang, Batu Tompak Tige menjadi ikon Kota Tarempa.
Batu Tompak Tige terdiri dari batu yang bersusun tiga menjulang ke atas.
Anda tidak butuh waktu lama untuk bisa ke lokasi Batu Tompak Tige ini.
Dengan waktu tempuh 5 sampai 10 menit menggunakan sepeda motor, kamu bisa samoai di objek wisata di Anambas ini.
Biasanya masyarakat pada sore hari cukup ramai berolahraga seperti jogging maupun jalan santai.
Wisata Batu Tompak Tige ini selain akses nya yang mudah untuk dijangkau dari pusat kota Tarempa, juga tidak dikenakan biaya sama sekali untuk kita bisa menikmati suasana di Batu Tompak Tige.
Batu Tompak Tige akan terlihat ramai pada malam hari. Ada yang datang bersama teman, keluarga, dan bahkan ada juga yang datang bersama pasangan.
Saat malam hari, beberapa kursi yang tersedia di Batu Tompak Tige akan penuh terisi pengunjung.
Yang menjadi ikon dari Batu Tompak Tige ini adalah batu yang saling bertumpang tindih, dan tepat dipinggir pantai batu ini sudah ada sejak zaman dahulu.
• Joko Kenang Sang Anak Semasa Hidup, Curiga Saat Makan Bakso, Diduga Tewas Sesudah Dipukul Temannya
• Covid-19 di Karimun Meningkat, Bupati Minta Resepsi Pernikahan Hingga Pesta Rakyat Ditiadakan
Singkat cerita, para tetua dahulu menceritakan ke anak cucu secara turun temurun, bahwa saat siang hari memasuki adzan Zuhur tepatnya tengah hari, tidak diperbolehkan untuk bermain di sekitar Batu Tompak Tige.
Ini dikarenakan larangan orang tetua zaman dahulu. Bagi yang melanggarnya bisa hilang dan tidak ditemukan dalam beberapa hari.
"Kalau kata orang zaman dulu seperti itu. Sudah mau tengah hari jangan datang kesitu. Pernah ada kejadian disembunyikan penunggunya di dalam batu itu, nanti beberapa hari kemudian ditemukan sudah berlendir. Kabarnya dia disembunyikan di dalam batu tersebut," tutur Kepala Disparbud Kepulauan Anambas, Masykur, Minggu (16/8/2020).