Minggu, 3 Mei 2026

Kapal Patroli Malaysia Tembak Mati Nelayan Vietnam, Sempat Berusaha Bakar Kapal

Petugas Badan Penegakan Maritim Malaysia menembak mati seorang nelayan kapal Vietnam yang mencoba menabrak kapal patroli di perairan Malaysia

Tayang:
firearmsid.com
Ilustrasi penembakan 

Editor: Agus Tri Harsanto

TRIBUNBATAM.id, MALAYSIA - Petugas Badan Penegakan Maritim Malaysia menembak mati seorang nelayan kapal Vietnam yang mencoba menabrak kapal patroli di perairan Malaysia, Minggu (16/8/2020) malam.

Insiden itu terjadi saat nelayan kapal Vietnam melawan ketika akan diperiksa.

Awalnya kapal penjaga pantai Malaysia melukan patroli dan memeriksa dua kapal nelayan yang masuk ke wilayah Malaysia secara ilegal.

Sebelumnya nelayan Malaysia mengeluhkan jala mereka sering rusak akibat ulah kapal nelayan asing.

Dikutip dari Reuters,  Badan Penegakan Maritim Malaysia mengambil sikap tegas karena kapal Vietnam berusaha menabrak kapal patrol.

Para nelayan itu juga melempari bensin dan ban untuk membakar kapal patroli.

Terus Diusik China, Taiwan Borong Jet Tempur AS, Tiongkok Ngotot Taipei Bagian Wilayahnya

Kepala MMEA Laksamana Datuk Mohd Zubil Mat Som mengatakan kepada AFP bahwa dua kapal nelayan Vietnam telah memasuki perairan Malaysia sekitar 80 mil laut dari Tok Bali, Kelantan, Minggu malam.

"Kru (MMEA) sebelumnya telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi setelah mereka menabrak dan melempar sebotol bensin, anak buah saya tidak punya pilihan selain melepaskan tembakan untuk pertahanan diri," katanya.

Zubil mengatakan awak Vietnam telah melempar bensin dan ban untuk mencoba dan membakar kapal MMEA, yang rusak oleh "serudukan agresif".

Seorang nelayan Vietnam menderita luka tembak dan dinyatakan meninggal setelah dia dibawa ke pantai.

"Kami sedih dengan kejadian mematikan ini. Tapi saya bisa menjamin, anak buah saya mengambil tindakan ini untuk melindungi hidup mereka dan untuk melindungi kedaulatan nasional kami," tambah Zubil.

Selanjutnya kapal Vietnam dengan 20 awak sisanya ditarik ke dermaga penjaga pantai.

Wilayah Laut China Selatan memang menjadi daerah konflik akhir-akhir ini. 

Terlebih China mengklaim seluruh jalur perairan di Laut China Selatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved