Rabu, 6 Mei 2026

WISATA BATAM

Pesona Tugu Gasing di Batam Centre, Mengenal Permainan Warisan Budaya Bumi Melayu

Untukmu yang tinggal atau kerap berpergian ke Batam Centre, tentu tak asing dengan tugu gasing. Mari mengenal permainan yang jadi warisan bumi Melayu.

Tayang:
Disbudpar Batam
Mengenal permainan Gasing, warisan budaya tak benda dari bumi Melayu. 

Kemudian kayu Asam juga biasa digunakan untuk membuat gasing karena mudah didapat.

“Kayu Lebam juga bisa, biasanya digunakan untuk membuat gasing anak-anak, karena dahulu setiap mau main gasing, baru dibuat dulu gasingnya,” terangnya.

Cara membuatnya, kayu dikikis menjadi bentuk gasing.

Untuk talinya dulu berasal dari kulit pohon Bebaru yang tumbuh di pantai, namun sekarang tali gasing bisa digunakan dengan tali nilon. Panjang tali sekitar satu meter.

Permainanan gasing terus berkembang hingga sekarang. Gasing dibentuk bulat dan memiliki tiga bagian penting, yakni kepala, badan kemudian ujung bawa gasing.

Di bagian bawah dibuat lekukan yang berfungsi untuk tali gasing.

“Gasing memiliki beberapa bentuk, ada gasing jantung bentuknya seperti jantung pisang, gasing piring seperti bentuk piring, dan gasing berembang, gasing berukuran kecil,” jelasnya.

Untuk keseimbangannya, gasing diberikan paksi (besi yang diletakkan dibagian bawah gasing untuk keseimbangan) sehingga ketika diputar diatas lantai atau tanah, gasing akan seimbang.

Seiring dengan perkembangan zaman, selain terbuat dari kayu kini gasing juga dibuat dengan plastik dan bahan lainnya.

Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan permainan gasing ini merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan Melayu yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

“ Dalam Perda ini, ada 12 Objek Pemajuan Kebudayaan Melayu, salah satunya adalah permainan rakyat, seperti permainan gasing ini,” ujar Ardi.

Ardi panggilan akrabnya mengaku gasing sangat populer di Kota Batam.

Gasing dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. di Kecamatan Belakang Padang bahkan terdapat lapangan gasing sebagai tempat permainan gasing.

“Kalau wisatawan mancanegara berkunjung, biasanya diajak bermain gasing di sana (Lapangan Gasing Belakang Padang),” ungkapnya.

Sebagai warisan budaya tak benda di bumi Melayu, Ardi berharap permainan gasing tetap ada dan dapat memperkuat kebudayaan Melayu agar dikenal oleh masyarakat khususnya generasi muda.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved