Helikopter Raksasa AS Seharga Rp 314 Miliar Bantu BNPB Beraksi, Sewa Black Hawk Tangani Bencana
Dua armada helikopter didatangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan bencana di Tanah Air
Helikopter Raksasa AS Seharga Rp 314 Miliar Bantu BNPB Beraksi, Sewa Black Hawk Tangani Bencana
TRIBUNBATAM.id - Dua armada helikopter didatangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan bencana di Tanah Air.
Dua helikopter itu berjenis Chinook dan Black Hawk buatan Amerika Serikat (AS).
Helikopter Chinook dengan kode CH-47D dapat mengoptimalkan operasi udara water bombing.
Sedangkan helikoter Sikorsky UH-60 Black Hawk berkemampuan serbaguna.
Egy Massadiah selaku Tenaga Ahli BNPB yang dihubungi wartawan membenarkan hal tersebut.
Menurut Egy, BNPB menyewa heli tersebut untuk mendukung penanganan bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), distribusi logistik dan Covid-19.
Dalam konteks karhutla, heli Chinook dengan kode CH-47D dapat mengoptimalkan operasi udara water bombing karena kapasitasnya mencapai 10.000 liter.
"Bahkan bisa multi drop, menyemprot (membom) air sesuai besaran api, misalnya per 3 rb liter sekali bombing," ujar Egy, Selasa (18/8/2020).
Kapasitas muatannya pun aduhai.
• Sekdaprov Lega, RSKI Covid-19 Kini Dilengkapi Fasilitas PCR dan Bilik Swab Mandiri Bantuan BNPB
Sebagai gambaran heli jumbo ini, Chinook mampu mengangkut 1 unit mobil PCR Lab Covid-19 dan 1 unit mobil ambulans.
Helikopter yang didesain multiguna ini dapat mendukung operasi pengiriman logistik ke wilayah terdampak bencana.
Ruang interior badan helikopter yang luas dapat membawa sekelompok warga saat evakuasi maupun mendukung operasi pencarian dan pertolongan atau SAR.
Pada saat ini BNPB sedang melakukan uji coba selama satu bulan untuk penggunaan helikopter Chinook yang akan dioperasikan di enam provinsi prioritas mengalami karhutla.
Selain itu helikopter akan dioptimalkan untuk memberikan pelayanan laboratorium udara Covid-19 untuk daerah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau .
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni dalam upaya penanganan darurat, BNPB dapat memanfaatkan helikopter Chinook ini.
Setelah selesai melakukan uji coba untuk berbagai operasi penanganan darurat, pemanfaatannya akan dievaluasi.
Sementara itu, BNPB juga akan mengoperasikan helikopter jenis Sikorsky UH-60 Black Hawk.
• Berbobot 1,8 Kilogram, Ingenuity Jadi Helikopter Pertama yang Terbang ke Mars, Intip Kecanggihannya
Helikopter ini merupakan armada udara serbaguna.
Helikopter dengan mesin ganda dapat mengangkut 11 personel atau 6 tandu.
Helikopter jenis ini akan digunakan untuk mendukung operasi pengeboman air untuk karhutla.
Khusus jenis Sikorsky UH-60 Black Hawk, di pasar harga satu unit helikopter ini sekira Rp 314,8 miliar.
Kedua jenis armada tersebut melengkapi armada yang selalu digunakan, khususnya operasi karhutla, yakni helikopter jenis Kamov dan Mi-8.
Kapasitas kedua helikopter ini lebih sedikit dibandingkan kemampuan Chinook, sekitar 4.000 liter.
Dalam mempersiapkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karthula, BNPB mempersiapkan operasi teknologi modifikasi cuaca atau TMC serta pengerahan personel untuk mendukung Satuan Tugas (Satgas) Darat yang terdiri dari unsur gabungan, seperti BNPB, TNI, Polri, KLHK, pemerintah daerah, dunia usaha dan unsur masyarakat di enam provinsi yang sering dilanda karhutla.
Kemampuan Sikorsky UH-60 Black Hawk
Dikutip dari Wikipedia, Sikorsky UH-60 Black Hawk adalah helikopter serbaguna angkut menengah bermesin ganda yang diproduksi oleh Sikorsky Aircraft .
Sikorsky mengajukan desain S-70 untuk kompetisi Utility Tactical Transport Aircraft System (UTTAS) Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1972.
Tentara ditunjuk prototipe sebagai YUH-60A dan memilih Black Hawk sebagai pemenang program pada tahun 1976, setelah kompetisi fly-off dengan Boeing Vertol YUH-61 .
UH-60A memasuki dinas Angkatan Darat pada tahun 1979, untuk menggantikan Bell UH-1 Iroquois yang legendaris sebagai helikopter transportasi taktis Angkatan Darat.
Hal ini diikuti oleh perang elektronik dan varian operasi khusus Black Hawk.
Peningkatan varian utilitas UH-60L dan UH-60M juga telah dikembangkan.
Versi modifikasi juga telah dikembangkan untuk Angkatan Laut (SH-60 Seahawk), yang digunakan dalam operasi kemaritiman seperti pendaratan amfibi, operasi khusus laut, pengintaian maritim dan peperangan anti kapal selam, Angkatan Udara, dan Penjaga Pantai.
Versi sipil juga tersedia dengan nama Sikorsky S-70.
Selain digunakan Angkatan Bersenjata AS, keluarga UH-60 telah diekspor ke beberapa negara.
Black Hawks telah bertugas dalam pertempuran selama konflik di Grenada, Panama, Irak, Somalia, Balkan, Afghanistan, dan daerah lain di Timur Tengah.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/helikopter-chinook.jpg)