Sabtu, 2 Mei 2026

TRIBUN PODCAST

Tribun Podcast Batam: Nyolong Start, Kafe Ini Jadi Ramai Pengunjung Meski saat Covid-19

G Coffee, satu di antara banyaknya kafe yang terdampak Covid-19. Pernah dalam satu hari penghasilan yang didapat cuma Rp 20 ribu

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tribun Podcast Batam edisi Rabu (19/8/2020) menghadirkan Co Founder G Coffee, Stefan Siburian 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di masa-masa sulit akibat merebaknya pandemi virus Corona (Covid-19) mengakibatkan sejumlah bisnis makro ataupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terpukul.

Bagaimana tidak, aktivitas manusia di luar rumah sangat dibatasi hingga beberapa transportasi sempat ditutup sementara sebagai bentuk pencegahan meluasnya virus ini.

Tak sedikit, sejumlah bisnis terpaksa memilih untuk menutup operasionalnya akibat badai virus Corona yang menghantam hingga menyebabkan sepinya pengunjung. Penurunan omzet dialami hampir seluruh pemilik usaha.

Salah satu bisnis yang merasakan masa-masa sulit tersebut ialah kafe. Umumnya kafe menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh pengunjung untuk sekedar bercengkrama ataupun bersantai bersama rekan.

Adalah G Coffee, satu di antara banyaknya kafe yang terdampak Covid-19.

Update Kasus Covid-19 di Kepri, Suspek 215, Konfirmasi Positif 688, Sembuh 453

Cegah Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19, Wali Kota Batam Minta Proses Tes Swab Dipercepat

Co Founder G Coffee, Stefan Siburian melalui siaran Podcast Tribun Batam, Rabu (19/8/2020) mengatakan, kafe yang ia dirikan sempat diuji oleh virus ini. Dalam satu hari, omzet yang didapatkan sempat hanya sebesar Rp 20 ribu.

Tak dapat dibayangkan, betapa dahsyatnya pandemi ini memporak-porandakan dunia.

Namun, pria yang sempat tinggal di Australia ini mengaku tak ingin berpangku tangan. Ia terus melakukan upaya hingga inovasi untuk tetap bisa bertahan di tengah pandemi.

"Jangan langsung lesu melihat omzet, tetaplah optimis," tuturnya.

Kecerdasannya dalam memutar otak, mengantarkan bisnisnya pada posisi selangkah lebih maju dibandingkan pesaingnya.

"Sempet kacau, dan tutup seminggu. Tapi akhirnya memberanikan diri untuk buka lagi yang pasti dengan menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.

Berkat kegigihannya, saat ini G Coffee ramai dikunjungi oleh pengunjung yang mayoritas merupakan kawula muda.

"Saya mentoring langsung dengan papa saya terkait usaha ini. Beliau mengatakan jika saya harus memilih untuk tutup seperti yang lainnya, nantinya akan buka ketika pesaing juga buka.

Artinya, persaingan akan jauh lebih ketat kalau bukanya barengan. Sedangkan jika merangkak dari sekarang, saya sudah di posisi lebih jauh dibandingkan yang nanti akan buka karena pasti akan dimulai dari 0 lagi. Kalau bahasa awamnya 'nyolong start duluanlah," terangnya sambil tertawa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved