BATAM TERKINI
Blangko e-KTP Sering Kosong, Wakil Wali Kota Batam Sebut Karena Banyak Pergeseran Penduduk
Amsakar mengatakan tingginya permintaan blangko e-KTP di Batam, disebabkan banyaknya pergeseran penduduk. Di antaranya pindah antar kelurahan
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pergeseran penduduk antar kelurahan dan kecamatan di Kota Batam, membuat kebutuhan blangko khususnya di sembilan kecamatan cukup tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad.
Permasalahan kekosongan blangko e-KTP bukan hanya di Batam, tetapi hampir di seluruh kota besar yang ada di Indonesia.
"Kebetulan Kota Batam ini, kota padat penduduk. Bukan hanya karena perpindahan dan kedatangan penduduk. Tetapi pergeseran penduduk juga cukup banyak," kata Amsakar, baru-baru ini.
Amsakar menjelaskan, baru-baru ini dia sudah berkomunikasi dengan Dirjen kependudukan untuk meminta langsung blangko e-KTP untuk kebutuhan di Batam. Namun kebutuhan blangko itu belum bisa dipenuhi keseluruhannya.
• Hari Ketiga, Petugas Damkar Batam Masih Bertahan di Lokasi Kebakaran PT De Hong Paper
• Kasus Laka Kerja di PT Citra Shipyard, Disnaker Batam: Perusahaan Harus Tunaikan Tugasnya
"Sesuai dengan informasi dari Disdukcapil Kota Batam, kebutuhan blangko kurang lebih 35 ribu keping. Hal itu sudah saya sampaikan ke Dirjen Kependudukan. Tetapi Dirjen hanya bisa memenuhi 10 ribu keping.
Jadi masih cukup banyak kekurangan,"kata Amsakar.
Amsakar mengatakan tingginya permintaan blangko e-KTP di Batam, disebabkan banyaknya pergeseran penduduk.
"Contoh warga pindah dari Kelurahan A ke kelurahan B. Dari Kecamatan A ke kecamatan B," kata Amsakar.
Selain pergeseran di tingkat kelurahan dan kecamatan, pergeseran antar RT juga sangat banyak.
"KTP inikan sesuai dengan alamat tempat tinggal, jadi kalau pindah RT pun, ya harus ganti KTP. Ini yang membuat kebutuhan blangko cukup banyak," kata Amsakar.
Seperti diberitakan sebelumnya, berkas pengurusan e-KTP di Kantor Camat Batuaji, setiap hari terus menumpuk. Hal itu karenakan belum tersedianya blangko yang cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan dari masyarakat.
Sampai saat ini persoalan kekosongan blangko e-KTP masih terjadi di Kota Batam. Banyaknya permintaan pengurusan KTP, tidak sebanding dengan ketersediaan blangko yang diberikan oleh pusat ke Kota Batam.
Camat Batuaji Ridwan mengatakan, sampai saat ini berkas pengurusan e-KTP di Kecamatan Batuaji masih banyak.
"Kurang lebih sekitar 7000 berkas pengurusan e-KTP, yang belum bisa kita proses," kata Ridwan.