Jumat, 12 Juni 2026

MEMANAS, China dan Amerika Serikat Kirim Kapal Perusak Berpeluru Kendali ke Selat Taiwan

Tensi China vs Amerika Serikat makin panas, kedua negara pamer kapal perusak di Selat Taiwan.

Tayang:
ist
ILUSTRASI. Kapal induk AS, USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan. Foto dirilis 15 Juli 2020. 

Editor: Agus Tri Harsanto

TRIBUNBATAM.id, TAIWAN - Tensi China vs Amerika Serikat makin panas, kedua negara pamer kapal perusak di Selat Taiwan.

Amerika Serikat (AS) mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan pada Selasa (18/8/2020) dengan misi  "komitmennya untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Karena ketegangan militer antara Washington, Beijing, dan Taipei di kawasan itu terus membara.

Menurut Armada Pasifik AS, USS Mustin, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke Angkatan Laut AS, melakukan transit rutin melalui jalur air yang memisahkan Taiwan dari daratan China, South China Morning Post melaporkan.

"Armada ke-7 AS (yang bermarkas di Jepang) melakukan operasi Angkatan Laut yang dikerahkan ke depan untuk mendukung kepentingan nasional AS di wilayah operasi Indo-Pasifik," kata Armada Pasifik AS dalam sebuah pernyataan, Rabu (19/8).

Sebagai armada Angkatan Laut AS terbesar, Armada ke-7 berinteraksi dengan 35 negara maritim lainnya untuk membangun kemitraan yang mendorong keamanan maritim, meningkatkan stabilitas, dan mencegah konflik.

Pasukan AS akan terus "terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," sebut Armada Pasifik AS.

Taipei mengonfirmasi perjalanan kapal perang AS tersebut, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

"Militer mengetahui dan memantau dengan cermat semua aktivitas di laut dan udara di dekat Selat Taiwan melalui gabungan intelijen yang dikumpulkannya," ujar Kementerian Pertahanan Taiwan.

Laporan berita lokal mengatakan pada Rabu (19/8), USS Mustin berlayar dekat dengan Kepulauan Matsu yang diperintah Taipei, yang terletak di lepas pantai Timur daratan China dan pernah memiliki pos-pos militer Taiwan.

China juga kirim kapal perusak berpeluru kendali

Baik Taipei dan Beijing mengirim kapal perang untuk memantau transit USS Mustin tersebut, United Daily News melaporkan.

Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengirim kapal perusak berpeluru kendali, dan Taiwan menggerahkan fregat berpeluru kendali.

Komando Teater Timur PLA menyatakan pada Rabu (19/8), militer China berada dalam "siaga tinggi" untuk melindungi integritas dan kedaulatan teritorial China, dan memantau aktivitas AS.

"Setiap perkataan atau perbuatan yang menyebabkan masalah di Selat Taiwan tidak sejalan dengan kepentingan fundamental China dan Amerika Serikat, membahayakan kesejahteraan rekan-rekan di kedua sisi selat, menimbulkan ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, dan sangat berbahaya," kata Komando Teater Timur PLA seperti dikutip Reuters.

USS Mustin, yang merupakan bagian dari kelompok serang kapal induk USS Ronald Reagan, adalah kapal perang AS ketujuh yang berlayar melalui Selat Taiwan tahun ini, menurut laporan berita.

Setelah melewati selat itu, USS Mustin bergabung kembali dengan kelompok penyerang USS Ronald Reagan di dekat Kepulauan Pratas di Laut China Selatan.

Yen Chen-shen, profesor hubungan internasional di National Chengchi University, Taipei, mengatakan, pergerakan kapal perang AS itu dimaksudkan sebagai sinyal yang jelas ke Beijing.

"Pelayaran itu mewakili keinginan AS untuk mendorong kebebasan operasi navigasi di perairan internasional untuk melawan ekspansi militer (China) daratan di Laut China Selatan dan kawasan Indo-Pasifik," ucapnya.

"Dengan mengirimkan kapal perang secara teratur untuk transit di Selat Taiwan, AS juga ingin membentuk kondisi normal baru," imbuh dia kepada South China Morning Post .

Picu Kemarahan

Militer China mengatakan pada Rabu (19/8), kapal perang Angkatan Laut AS yang berlayar di dekat Taiwan "sangat berbahaya" dan menimbulkan ancaman nyata bagi perdamaian.

Kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Mustin berlayar melalui Selat Taiwan yang sempit dan sensitif pada Selasa (18/8), Angkatan Laut AS mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti Reuters lansir.

 Mengutip Reuters, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan, pesawat tempur Angkatan Udara dan kapal perang Angkatan Laut Tiongkok mengikuti dan memantau kapal AS selama pelayarannya.

"Setiap perkataan atau perbuatan yang menyebabkan masalah di Selat Taiwan tidak sejalan dengan kepentingan fundamental China dan Amerika Serikat, membahayakan kesejahteraan rekan-rekan di kedua sisi selat, menimbulkan ancaman nyata bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, dan sangat berbahaya," kata Komando Teater Timur PLA.

Pasukan China akan tetap waspada setiap saat untuk menjaga kedaulatan China dan integritas teritorial, Komando Teater Timur PLA.

Misi biasa

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal perang AS sedang dalam "misi biasa" dan melewati Selat Taiwan ke arah Selatan. Pelayaran USS Mustin tersebut selang seminggu setelah Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengunjungi Taiwan

Azar merupakan pejabat tertinggi negeri uak Sam yang melakukan perjalanan ke pulau itu sejak Washington memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei dan mendukung Beijing pada 1979 silam.

China menanggapi kunjungan Azar dengan mengirimkan jet tempur ke dekat Taiwan.

Beijing menganggap Taiwan sebagai masalah domestik murni, dan secara rutin menyebutnya sebagai masalah paling sensitif dan penting dalam hubungannya dengan Amerika Serikat.(kn)

Berita ini tayang di kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved