Senin, 8 Juni 2026

Menteri Berlatar Belakang Polri Bertambah, Reshuffle Kembali Mecuat, Berikut Daftar Nama Versi IPW

Menteri berlatar belakang Polri diduga akan bertambah dan membantu kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Tayang:
Biro Pers Presiden/Rismen
Presiden Joko Widodo. Indonesia Police Watch (IPW) menduga akan adanya rotasi dan pergantian kabinet yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Sebaliknya reshuffle itu sebagai hasil evaluasi kinerja jajarannya dalam setahun terakhir.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane (Kompas.com)

"Dalam reshuffle kali ini sepertinya Jokowi kecewa dengan anak-anak milenial yang dimasukkannya dalam kabinet, sehingga reshuffle ini sekaligus akan mengevaluasi kinerja mereka," pungkasnya.

Jokowi Kembali Marah

Sebelumnya Presiden Jokowi kembali 'menyemprot' jajaran kabinetnya.

Video kemarahan Jokowi terhadap sejumlah menterinya sempat viral di media sosial.

FAKTA LENGKAP Kasus Jemput Paksa Jenazah COVID19 Batam, Warga Dikirim ke Galang dan Terancam Pidana

Jokowi kesal melihat banyak menterinya yang dianggap melakukan tindakan yang dianggap biasa saja di tengah situasi pandemi.

Saat itu ia mengeluarkan ancaman melakukan perombakan atau reshuffle kabinet.

Dalam rapat tersebut Jokowi kembali mengingatkan jajarannya untuk bekerja lebih keras.

Tak hanya keras, Jokowi juga meminta agar semua bergerak lebih cepat.

Jajaran kabinet diminta menggunakan cara yang tidak biasa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020), diunggah Minggu (28/6/2020).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat gestur mengangkat tangan setelah menyampaikan kemungkinan reshuffle kabinet, dalam Sidang Kabinet, Kamis (18/6/2020) dan videonya diunggah Minggu (28/6/2020). (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden meminta agar jajarannya membuat terobosan dalam melaksanakan berbagai prosedur sehingga mempercepat prosesnya.

"Dari cara yang SOP (standar operasional prosedur) normal, kita harus ganti channel ke SOP yang smart shortcut.

Gimana caranya? Bapak, Ibu dan saudara-saudara lebih tahu dari saya menyelesaikan ini," kata Jokowi.

Rapat tersebut digelar tertutup dari wartawan.

Namun Biro Pers Istana baru menyampaikan siaran pers pada Rabu (8/7/2020).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved