Senin, 8 Juni 2026

SABU DI HANGNADIM

BC Batam Beberkan Modus Pegawai Kementerian RI Loloskan Sabu ke Batam

Kedua pelaku tersebut yakni RDP dan M. Diketahui RDP merupakan Pegawai Negeri Kementerian Perhubungan yang berdinas di Bali.

Tayang:
Penulis: Eko Setiawan | Editor: Eko Setiawan
ist
Kasi Penindakan BC Batam Fabian Cahyo Wibowo 

Pegawai Negeri yang berdinas di Kementerian Perhubungan ditangkap Petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam bersama teman wanitanya.

Terakhir pelaku diketrahui bernama Rano Dwi Putra dan wanita berambut Panjang tersebut bernama Maulidia.

Saat ditemui di Kantor KPU BC Batam, Maulida mengaku kalau tidak ada hubungan spesial antara keduanya.

Hanya saja mereka dekat sebatas teman kerja.

"Saya hanya teman kerja, kadang kerjaannya nemenin tidur dia," sebut wanita berambut panjang tersebut saat ditemui di Kantor BC Batam, Sabtu (22/8/2020).

Dari teman tidur, kemudian Rano mengajak Maulida menjadi rekan bisnis.

Ia ditawarkan untuk mebawa sabu dari Pekanbaru ke Surabaya.

Pengakuan Kurir Sabu Wanita di Batam, Sempat Jadi Teman Tidur Pegawai Kementerian Perhubungan RI

Aurel Hermansyah Terdiam saat Dapat Pesan dari Ustaz Riza soal Pernikahan: Emang Semua Gitu?

Terungkap Alasan Mengapa Orang Jepang Lebih Suka Tidur di Lantai dan Pakai Kasur Lipat

Maulida mau bekerja mengantarkian barang haram tersebut lantaran dirinya diyakinkan oleh pelaku saat menggunakan baju dinas.
Sebab selama dua kali sebelumnya mereka mampu lolos dari pengawalan petugs Bandara.

"Karena dia pakai baju dinas, makanya kami lolos. Tadi saya yang tertangkap sama dia," sebutnya.

Barang haram tersebut diambil Rano dari Pekanbaru. Sebelumnya dia menginap di Pekanbaru untuk menunggu keberangkatan pesawat ke Batam dan Surabaya.

Namun sayang lolos di Pekanbaru ternyata mereka tertangkap di Batam.

Ia tertangkap karena Transit pesawat.

"Dari Pekanbaru kami naik Citylink, kemudian di Batam Transit Pakai Lion. Disana kami ketangkapnya," sebutnya.

Sementara itu, Rano mengatakan. Untuk sekali pengantaran mereka dibayar Rp 40 juta.

Memang ini sangat menggiurkan bagi Rano.

Bahkan dia menyempatkan diri ditengah kesibukannya menjadi Pegawai kementerian untuk mengantarkan barang haram tersebut dari Pekanbaru ke Surabaya.

Padahal Rano selama ini bekerja di salah satu Bandara yang ada di Denpasar Bali.

"Saya selalu menggunakan baju dinas saat ngantarkan barang ini," tegasnya.(koe)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved