Fakta 6 Penumpang Pesawat Batik Air Positif COVID19, Terdeteksi dari Tes Swab Acak Dinas Kesehatan
Enam penumpang pesawat positif Covid-19 setelah petugas melakukan tes swab acak kepada sejumlah penumpang yang tiba di Bandara Supadio, Pontianak
Adapun Batik Air rute Jakarta-Pontianak melalui Bandara Internasional Supadio tidak beroperasi sementara waktu.

Penghentian operasional ini terkait dengan adanya penumpang pesawat Batik Air yang diketahui positif terjangkit virus corona.
"Batik Air tidak beroperasi mulai tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020 atau sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan tertulis, Sabtu.
• BATAM DISERGAP CORONA, Sehari Tambah 30 Kasus, Warga Berduyun-duyun Rapid Test, Sekupang Zona Merah
Meski demikian, Danang menjelaskan, untuk penerbangan pada Minggu (23/8/2020) tetap berjalan.
Hal ini sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan penumpang.
"Dikarenakan para penumpang di penerbangan ini (tanggal dimaksud) tidak dapat diinfo dan akan dipindahkan ke maskapai lain," ujar Danang.
"Pelaksanaan penerbangan sebagaimana pedoman protokol kesehatan," kata Danang.
Calon Penumpang Melarikan Diri
Sementara itu di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) seorang calon penumpang pesawat melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (21/8/2020) lalu, di mana seorang calon penumpang pesawat dari Batam menuju Cengkareng, Tangerang yang hasil rapid test-nya reaktif melarikan diri.
Calon penumpang itu kabur saat dibawa petugas menuju Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang Batam.

Perisiwa ini bermula saat petugas membawa seorang calon penumpang pesawat dari Bandara Hang Nadim Batam menuju ke RSKI Galang menggunakan minibus, Jumat (21/8/2020).
Calon penumpang berinisial ABE itu sebelumnya membawa surat keterangan rapid test dengan hasil reaktif.
Informasi yang diperoleh, ABE hendak terbang menuju Cengkareng, Tangerang.
Saat dibawa ke RSKI Galang, di tengah perjalanan ABE beberapa kali meminta kendaraan berhenti.