Fakta 6 Penumpang Pesawat Batik Air Positif COVID19, Terdeteksi dari Tes Swab Acak Dinas Kesehatan
Enam penumpang pesawat positif Covid-19 setelah petugas melakukan tes swab acak kepada sejumlah penumpang yang tiba di Bandara Supadio, Pontianak
Fakta 6 Penumpang Pesawat Batik Air Positif COVID19, Terdeteksi dari Tes Swab Acak Dinas Kesehatan
TRIBUNBATAM.id - Enam penumpang pesawat Batik Air kedapatan positif terpapar virus corona.
Para penumpang itu diketahui positif Covid-19, setelah petugas melakukan tes swab acak kepada sejumlah penumpang yang tiba di Bandara Supadio, Pontianak, Sabtu lalu.
Enam penumpang ini merupakan bagian dari 33 tambahan kasus Covid-19 di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2020).
Penumpang pesawat itu terbang dari Jakarta menuju Pontianak.
• FAKTA LENGKAP Kasus Jemput Paksa Jenazah COVID19 Batam, Warga Dikirim ke Galang dan Terancam Pidana
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan, 6 penumpang pesawat itu diketahui saat dilakukan tes swab secara acak kepada sejumlah penumpang maskapai penerbangan yang tiba di Bandara Supadio Pontianak, Sabtu pekan lalu.
"Saat itu, kita melakukan tes swab acak terhadap sejumlah penumpang Pesawat Garuda, Lion Air, Batik Air dan Citilink," kata Harisson kepada wartawan, Sabtu.
Dari sampel swab yang diambil, langsung dilakukan uji laboratorium dengan motode real time polymerase chain reaction (RT-PCR) di Rumah Sakit Untan Pontianak.
"Hasilnya sebanyak 6 orang penumpang Pesawat Batik Air positif corona," kata Harisson.
• BATAM DISERGAP CORONA, Sehari Tambah 30 Kasus, Warga Berduyun-duyun Rapid Test, Sekupang Zona Merah
Menurut Harisson saat ini keenam penumpang pesawat tersebut menjalani isolasi.
Sementara pihak Dinas Kesehatan melakukan tracing kontak terhadap keluarga dan kerabat penumpang.
Harisson mengatakan, pemeriksaan swab mendadak akan terus dilakukan di bandara dan pelabuhan untuk memeriksa orang-orang yang masuk ke Kalbar.
"Terutama pesawat yang berasal dari zona merah," kata Harisson.
Tutup Penerbangan Sementara
Adapun Batik Air rute Jakarta-Pontianak melalui Bandara Internasional Supadio tidak beroperasi sementara waktu.

Penghentian operasional ini terkait dengan adanya penumpang pesawat Batik Air yang diketahui positif terjangkit virus corona.
"Batik Air tidak beroperasi mulai tanggal 24 hingga 30 Agustus 2020 atau sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan tertulis, Sabtu.
• BATAM DISERGAP CORONA, Sehari Tambah 30 Kasus, Warga Berduyun-duyun Rapid Test, Sekupang Zona Merah
Meski demikian, Danang menjelaskan, untuk penerbangan pada Minggu (23/8/2020) tetap berjalan.
Hal ini sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan penumpang.
"Dikarenakan para penumpang di penerbangan ini (tanggal dimaksud) tidak dapat diinfo dan akan dipindahkan ke maskapai lain," ujar Danang.
"Pelaksanaan penerbangan sebagaimana pedoman protokol kesehatan," kata Danang.
Calon Penumpang Melarikan Diri
Sementara itu di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) seorang calon penumpang pesawat melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (21/8/2020) lalu, di mana seorang calon penumpang pesawat dari Batam menuju Cengkareng, Tangerang yang hasil rapid test-nya reaktif melarikan diri.
Calon penumpang itu kabur saat dibawa petugas menuju Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang Batam.

Perisiwa ini bermula saat petugas membawa seorang calon penumpang pesawat dari Bandara Hang Nadim Batam menuju ke RSKI Galang menggunakan minibus, Jumat (21/8/2020).
Calon penumpang berinisial ABE itu sebelumnya membawa surat keterangan rapid test dengan hasil reaktif.
Informasi yang diperoleh, ABE hendak terbang menuju Cengkareng, Tangerang.
Saat dibawa ke RSKI Galang, di tengah perjalanan ABE beberapa kali meminta kendaraan berhenti.
Pertama ia meminta kendaraan berheni di Jembatan II Barelang dengan alasan buang air kecil.
• Jangan Ditiru, Istri Diam Putrinya 6 Tahun Dicabuli Suami, Alasannya Bikin Geleng-geleng Kepala
Kedua saat mendekati Jembatan IV Barelang karena ingin membeli makanan.
Saat kendaraan berhenti dia langsung melarikan diri.
"Di Jembatan IV inilah dia lari.
Sepertinya dia sudah menghubungi temannya dan kabur dengan motor.
Kejadian di Jembatan IV lebih kurang sekitar pukul 21.00 WIB," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (22/8/2020).
Didi menjelaskan setelah berhasil kabur ABE diduga langsung menyeberang ke Bintan malam itu juga.
• Kejagung Terbakar, Isu Jaksa Pinangki hingga Aneh kalau Data Hilang, 25 Tahanan Dipindahkan
"Sepertinya tadi malam juga yang bersangkutan langsung menyeberang ke Bintan.
Kemungkinan dengan menyewa boat tradisional," ujarnya.
Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam saat ini sudah saing berkoordinasi untuk menelusuri keberadaan ABE (29).
Dari hasil penelusuran ABE terdeteksi bergerak ke arah Tanjungpinang lewat lintas barat Pulau Bintan.
"Kita serahkan ke sana saja penanganannya," ujar Didi.
Sementara itu diketahui dari kartu identitasnya ABE merupakan warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.
(tribunbatam.id/Alamudin)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kronologi 6 Penumpang Pesawat Batik Air Diketahui Positif Corona