Korea Selatan Umumkan Starbucks Jadi Klaster Baru Covid-19, Begini Dugaan Transmisinya
Korea Selatan melaporkan klaster baru penyebaran Covid-19 di negaranya. Klaster tersebut adalah Starbucks di Kota Paju, utara Seoul, Korea Selatan.
Angka itu naik 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data tersebut berasal dari Nielsen Korea dan dipublikasikan oleh produsen mi instan Nongshim Co.
Data penjualan pada semester I 2020 tersebut merepresentasikan rekor tertinggi penjualan selama enam bulan sepanjang sejarah.
"Data pada paruh pertama (tahun 2020) jelas menunjukkan bahwa penjualan mi instan sangat bagus saat krisis.
Penjualan ramyeon secara online naik tajam, berkat meningkatnya konsumsi nirkontak karena Covid-19," tulis Nongshim dalam pernyataannya.
Pihak Nongshim menyatakan, produk mi instannya dengan merek Shinramyeon dan merek lainnya stabil mencatat pertumbuhan penjualan hingga dua digit pada semester I 2020.
Data juga menunjukkan bahwa konsumsi mi instan kemasan gelas (cup noodles) merosot pada semester I 2020.
Ini lantaran menurunnya kegiatan warga di luar ruangan akibat pandemi corona.
Mi instan kemasan gelas menyumbang 34,3 persen penjualan mi instan di Korsel pada semester I 2020.
Angka tersebut turut dari 37,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pakar: Korea Utara Salahkan Korea Selatan Atas Dugaan Kasus Covid-19 Pertamanya
Korea Utara tampak menyalahkan Korea Selatan atas dugaan kasus infeksi virus Corona atau Covid-19 pertama mereka.
Semua itu berdasarkan penilaian pakar yang dikutip media Perancis AFP pada Senin (27/7/2020).
Pyongyang disebut memanfaatkan kembalinya seorang pembelot dari Korea Selatan untuk mempersalahkan Seoul atau kasus ini.
Pyongyang langsung menerapkan lockdown di perbatasan kota Kaesong yang melaporkan adanya dugaan kasus infeksi Covid-19 yang dialami seorang pembelot yang baru menyeberangi Korea Selatan menuju Korea Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/halte-di-korea-selatan-punya-inovasi-baru.jpg)