TRIBUNBATAM.id - Manusia memiliki suara yang unik dan berbeda-beda.
Pada beberapa kondisi, pita suara bisa mengalami gangguan, salah satunya adalah pembengkakan akibat peradangan.
Penyakit ini menyebabkan orang yang mengidapnya mengalami serak ketika berbicara.
Laringitis biasanya hilang dalam waktu 2-3 minggu, tapi apabila penyakit ini bertahan lebih lama, maka penyakit ini disebut dengan laringitis kronis.
Laringitis biasanya ditandai dengan gejala berupa sakit tenggorokan, batuk, demam, suara serak, atau bahkan kehilangan suara.
Penyebab
Biasanya, laringitis disebabkan oleh adanya infeksi virus atau bakteri.
Selain itu, penyebabnya terjadinya penyakit ini juga bisa diakibatkan karena adanya cedera pita suara..
Beberapa penyebab munculnya seseorang menderita laringitis adalah:
- Polusi udara
- Merokok
- Alergi
- Dehidrasi yang berlebih
- Gastroesophageal reflux disese (GERD)
- Infeksi saluran pernapasan atas akut
- Bahan kimia dan stimulator
- Pneumonia
- Bronkitis
Gejala
Laringitis bisa ditandai dengan gejala ringan dan sementara (akut), hingga gejala yang lebih serius dan berlangsung lebih lama (kronik).
Gejala yang biasa terjadi pada penderita laringitis meliputi:
- Suara lebih berat, serak, atau hilang
- Batuk kering
- Demam
- Nyeri tenggorokan
- Pembesaran kelenjar getah bening di leher
- Suara parau
- Tenggorokan kering atau gatal
- Kesulitan bernapas akibat penyumbatan saluran napas, yang umumnya dialami anak-anak
Pengobatan
Untuk kasus Laringitis yang tidak kronis sebagian besar dari penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu satu minggu tanpa penggunaan obat-obatan.
Kemudian, dokter akan memberikan obat-obatan jika kondisi pasien tidak kunjung membaik.
Tujuan dari pemberian obat-obatan adalah untuk mengurangi gejala yang dirasakan oleh pengidap serta mempercepat proses penyembuhan.
Beberapa langkah dibawah ini dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi laringitis
- Mengurangi berbicara dan jika harus berbicara, gunakan suara pelan
- Mengonsumsi permen mint dan berkumur dengan air garam hangat, untuk membantu melegakan tenggorokan
- Mengonsumsi obat pereda nyeri dan penurun demam yang relatif aman, seperti paracetamol dan ibuprofen
- Mengonsumsi banyak air putih untuk mencegah dehidrasi
- Menghindari udara yang kotor dan berdebu
- Menghindari dan menghentikan kebiasaan merokok
- Menggunakan inhaler yang mengandung mentol untuk melegakan pernapasan
- Menggunakan humidifier atau vaporizer, untuk mengatur tingkat kelembapan udara, sehingga udara yang dihirup bukan udara yang kering