Stok Alat Rapid Test di RSUD Bintan Kosong, Warga Mengeluh Biaya Lebih Mahal Jika Urus di Swasta

Aras bersama warga lainnya berharap agar pemerintah Kabupaten Bintan, bisa secepat mungkin menyediakan rapid test di RSUD Bintan.

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/alfandi simamora
Suasana Pelayanan di Loket Pelayanan Kesehatan di RSUD Bintan, Rabu (13/11/2019). Ketersediaan alat rapid test di RSUD Bintan kosong. Warga meminta pihak rumah sakit segera menyiapkan alat rapid test yang cukup 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Warga Bintan meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan segera menyiapkan alat rapid test yang cukup.

Pasalnya, stok alat rapid test di rumah sakit milik pemerintah itu diketahui kosong.

Wargapun dibuat kelabakan, jika ingin memeriksakan kesehatan lewat rapid test Covid-19.

Sementara pemeriksaan rapid test Covid-19 banyak dibutuhkan warga saat ini.

Di antaranya untuk bepergian dengan pesawat, melamar pekerjaan dan sebagainya.

Seorang warga Kijang, Aras mengatakan, warga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit jika harus menjalani rapid test di rumah sakit swasta.

Itu pun harus dilakukan di luar Kabupaten Bintan, seperti di Tanjungpinang.

Aras bersama warga lainnya berharap agar pemerintah Kabupaten Bintan, bisa secepat mungkin menyediakan alat rapid test di RSUD Bintan.

"Kalau bisa pemerintah Kabupaten Bintan segera menyediakan alat rapid test tersebut. Kalau kosong, bagaimana warga yang ingin rapid test. Sementara di tempat swasta, biaya untuk rapid test tergolong mahal," ucapnya, Senin (24/8/2020).

Direktur Utama RSUD Bintan, Benni Antomi membenarkan habisnya persediaan alat rapid test tersebut.

Benni menambahkan, pihaknya juga sedang mengupayakan persediaan alat rapid test segera tersedia.

"Saat ini untuk persediaan alat rapid test sedang habis. Saat ini kami masih menunggu proses pengadaan dari dinas. Ini kami lakukan supaya masyarakat tidak resah dan susah melakukan rapid test," ucapnya.

Bintan Tambah 2 Kasus Baru Covid-19

Seorang dokter yang akan bertugas di RSUD Bintan terkonfirmasi Covid-19.

Dokter berinisial NT yang diketahui berumur 22 tahun ini berasal dari Pekanbaru, Provinsi Riau.

 Pasangan Karimun Bersinar Jalin Komunikasi dengan PPP dan Partai Berkarya Jelang Pilkada Karimun

 Pelaku UMKM di Tanjungpinang Menjerit, Menanti Bantuan Pemerintah, Omzet Anjlok Selama Covid-19

Ia menjadi pasien terkonfirmasi Covid-19 nomor 38 Kabupaten Bintan.

Selain dokter berinisial NT, terdapat satu warga Kecamatan Bintan Timur berinisial MY yang positif virus Corona.

MY menjadi pasien terkonfirmasi Covid-19 nomor 37 Kabupaten Bintan.

Dengan penambahan dua kasus ini, total 38 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bintan.

"Iya benar ada penambahan baru pasien positif Covid-19 dua orang, satu orang pendatang dan satu orang warga Bintan Timur," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni,Senin (24/8/2020).

Selain penambahan dua kasus baru virus Corona, data gugus tugas Covid-19 Provinsi Kepri pada 23 Agustus 2020 mencatat, terdapat penambahan jumlah suspek sebanyak 1 orang.

Kemudian jumlah pasien terkonfirmasi sembuh sebanyak 24 orang, serta 2 orang meninggal dunia.

Atas penambahan kasus itu, Gama kembali mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan selalu jaga jarak.

Menurutnya, pandemi Covid-19 belum berakhir, khususnya di Kabupaten Bintan yang kini terus kembali bertambah.

"Jangan lupa sering cuci tangan dan gunakan masker jika keluar rumah dan jaga kondisi kesehatan," ucapnya.

Dokter Terkonfirmasi Covid-19 Meninggal Dunia

Seorang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri meninggal dunia.

Pasien nomor 25 berinisial ZI ini, diketahui seorang dokter dan orang tuanya yang berada di Tanjunguban.

Ia sebelumnya dirawat di RS Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang sebelum menhembuskan napas terakhirnya, Selasa (18/8) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun TribunBatam.id, pasien terkonfirmasi positif virus Corona itu diketahui baru pulang dari Jakarta untuk melayat ibunya yang meninggal di RSUD Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Selasa (4/8) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan,dr Gama AF Isnaeni membenarkan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia ini.

Gama juga mengakui, bahwa profesi pasien Covid-19 nomor 25 ini merupakan seorang dokter.

"Iya benar, kemarin malam pasien sudah dimakamkan dengan protokol kesehatan," ucap Gama, Rabu (19/8/2020).

Gama mengungkapkan, ZI sempat kontak dengan keluarganya di Tanjunguban dan Teluk Sebong.

Beberapa hari di Bintan, kesehatan ZI menurun hingga dirawat di rumah sakit.

Hasil swab test pun menyatakan jika ZI terkonfirmasi positif virus Corona.

Petugas kesehatan melakukan tracing dan tes swab pada keluarga ZI di Puskesmas Tanjunguban dan Teluk Sebong.

Dari hasil pemeriksaan, dua orang keluarga ZI terkonfirmasi positif virus Corona.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved