Senin, 15 Juni 2026

Maju ke Pilpres, Joe Biden dan Kamala Harris Dinilai Akan Buat Amerika Lebih Intervensionis

Joe Biden dan Kamala Harris akan maju ke Pemilihan Presiden Amerika Serikat ( AS) pada November mendatang. Keduanya dinilai bawa AS intervensionis.

Tayang:
EPA-EFE
Joe Biden - Joe Biden dan Kamala Harris akan membuat Amerika Serikat lebih intervensionis. 

Dia mengalami warisan era Perang Dingin, hegemoni liberal Amerika pasca-Perang Dingin, dan situasi pasca serangan 9/11.

Intervensi liberal dan kebijakan luar negeri liberal Amerika menurut Kose tidak berlangsung lama, dan meninggalkan kekacauan.

Banyak analis liberal berasumsi dunia akan menjadi tempat yang jauh lebih damai jika sistem demokrasi liberal berlaku sebagai arus utama ideologis di seluruh dunia.

Intervensi bersenjata atau tidak bersenjata ke dalam politik domestik dengan berbagai cara untuk mengubah rezim menjadi mode di kalangan pembuat kebijakan di Washington, sebagian Eropa.

Sementara perubahan telah dicapai melalui pemilu atau gerakan protes populer di beberapa negara, warisan keseluruhan dari intervensi liberal cukup suram.

Beberapa pemimpin otoriter, seperti Saddam Hussein dari Irak dan Moammar Khadhafi dari Libya telah digulingkan dengan cara seperti itu.

Sanksi telah melemahkan beberapa rezim otoriter, namun intervensi ini tidak membantu menyelesaikan konflik apa pun dan tidak membuat dunia menjadi tempat yang lebih damai dan lebih stabil.

Intervensi liberal telah meninggalkan warisan bencana di wilayah tersebut. Washington telah menggunakan masyarakat sipil, mendukung media oposisi, melatih dan memobilisasi gerakan oposisi dan mensponsori separatis etnis, agama dan ideologis sebagai beberapa metodenya.

Semua intervensi itu telah dilegitimasi atas nama upaya demokratisasi. Rezim otokratis seperti Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi juga telah membentuk liga otoriter dan berinvestasi lebih banyak daripada yang dimiliki aktor liberal dalam agenda mereka sendiri.

Intervensionisme liberal mendorong kontra-intervensionisme otoriter ini. Hasil keseluruhan dari semua manuver itu adalah wilayah yang jauh lebih tidak stabil.

Washington kata Kose, dapat membantu merangsang perubahan konstruktif dalam ekonomi global dan mensponsori atau memimpin prakarsa perdamaian.

“Tetapi memihak dalam urusan domestik negara lain dan konflik internasional akan menjadi bumerang,” katanya.

Washington masih merupakan negara adidaya, namun bukan lagi aktor yang dapat membentuk politik internasional secara sepihak.

Intervensi Washington akan memicu intervensi balasan dari aktor lain seperti Rusia dan China dan akan menjadi bumerang.

“Internasionalisme dan investasi dalam norma dan institusi yang mempromosikan perdamaian dan stabilitas harus menjadi prioritas Washington, daripada siklus intervensionisme lainnya,” kata Kose.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
Live
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved