Rabu, 3 Juni 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Pedagang Pasar Seken di Batam Menjerit, Omzet Turun, Tunggu Singapura Kembali Normal

Wandi hanya bertahan hidup seadanya saja dan berharap Covid-19 segera berlalu agar kehidupan bisa normal kembali.

Tayang:
TribunBatam.id/Roni Lodo Laleng
SEPI PEMBELI – Suasana Pasar Seken RCTI, Kota Batam, Provinsi Kepri yang sepi pembeli akibat pandemi Covid-19, Senin (31/8/2020) siang. 

Kemudian dari sisi pengeluaran, kinerja ekspor dan impor relatif terdampak minimal.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mencatat, ekonomi Provinsi Kepri pada kuartal kedua mengalami kontraksi -6,66%.

Angka ini lebih rendah dibandingkan kontraksi ekonomi nasional sebesar -5,32%.

Angka pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini diklaim lebih kecil dibanding sejumlah negara ASEAN yang mencapai angka dua digit.

“Proyeksi pertumbuhan secara global untuk tahun 2020 berada di kisaran -7,6 hingga -4,9%. Sedangkan Indonesia sendiri kita berharap angkanya menunjukkan tren positif.

Seperti prediksi dari World Bank dari yang tadinya minus, menjadi 0,0%,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam webinar BP Batam bertema bertema 'Kesiapan Batam Menghadapi Industrialisasi dan Investasi Asing', Kamis (27/8/2020)., Kamis (27/8) kemarin.

Ia mengatakan kemungkinan resesi bagi Indonesia selalu ada, dan bukanlah hal yang baru selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Sebagian besar negara-negara di dunia, menurutnya sudah melakukan resesi.

Bahkan hampir semua negara di ASEAN akan melakukan resesi, seperti Thailand yang sudah lebih dulu resesi. Begitu juga dengan Singapura dan Filipina.

Sementara sektor investasi, konsumsi pemerintah, dan lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) menurun tajam dibandingkan dengan nasional.

"Namun kita harus yakin dan percaya diri dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski mengalami kontraksi yang cukup dalam, namun masih jauh lebih baik dari negara lain,” tuturnya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, nilai pertumbuhan ekonomi kota Batam selalu di atas Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.

Di mana pada saat tahun 2019 lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik Kota Batam, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 5,92%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mencapai 4,8% serta Indonesia 5,02%.

“Seiring juga dengan jumlah nilai investasi di Batam yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, pada tahun 2019 nilai investasi Batam mencapai USD 750.768 juta dan Semester 1 tahun 2020 (Januari-Juni 2020) mencapai USD 497.223 juta,” paparnya.

Aktivitas ekspor juga berjalan baik dengan destinasi seperti China, Prancis, India, Singapura dan Amerika Serikat, yang merupakan beberapa negara tujuan ekspor terbesar dari Batam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved