BINTAN TERKINI

Satu Warga Bintan Meninggal Dunia Akibat DBD, Total 46 Kasus Hingga Agustus 2020

Jumlah kasus DBD tertinggi di Bintan ada pada Agustus 2020 dengan 13 pasien. Sementara bulan April sempat nihil kasus demam berdarah.

TribunBatam.id/Istimewa
Bupati Bintan, Apri Sujadi menjenguk pasien DBD di tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Kasus demam berdarah menjadi perhatian Pemkab Bintan selain kasus virus Corona. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Dinas kesehatan Kabupaten Bintan mencatat satu pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) meninggal dunia.

Sebanyak 46 kasus demam berdarah di Kabupaten Bintan hingga Agustus 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama AF Isnaeni mengungkapkan, sebagian besar pasien yang terserang DBD itu sudah sembuh.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan juga mencatat jumlah kasus DBD sejak Januari 2020.

Dari data tersebut, jumlah kasus DBD tertinggi ada pada Agustus 2020 dengan 13 pasien.

Sementara bulan April sempat nihil kasus demam berdarah.

"Kami meminta masyarakat dapat ikut serta terus dimaksimalkan dan ikut peduli membersihkan lingkungan dan melakukan gerakan 3M plus itu," katanya, Selasa (1/9/2020).

Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengimbau kepada masyarakat bahwa selain tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Ia juga meminta agar dapat mewaspadai terhadap penyakit menular lainnya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selain itu, ia juga mengajak semua warga masyarakat untuk dapat lebih giat melakukan bersih-bersih lingkungan serta bekerjasama dalam mengantisipasi dan mencegah hal itu semua.

VIDEO Satres Narkoba Polres Karimun Ungkap 6 Kasus Dalam Sebulan, Bekuk 7 Tersangka Pengedar Narkoba

Jadwal Kapal Tol Laut KM Logistik Nusantara 4, Angkut Bahan Pokok untuk Warga Anambas

"Kami meminta masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan bersih, selain waspada terhadap penyebaran Covid 19, hal terpenting lainnya juga kita bisa waspada dan mencegah menyebarnya penyakit DBD dilingkungan kita," ucapnya.

Data Kasus DBD di Bintan Tahun 2020:

Januari: 11 pasien

Februari: 2 pasien

Maret: 3 pasien

April: 0 pasien

Mei: 4 pasien

Juni: 7 pasien

Juli: 6 pasien

Agustus: 13 pasien

Jadi Perhatian Selain Virus Corona

Jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri bertambah.

Sebanyak 5 warga Bintan terjangkit penyakit ini selama Juli 2020.

Data penyakit DBD ini dirangkum Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dari sejumlah Puskesmas dan RSUD yang ada di Bintan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan sebelumnya mencatat, sebanyak 21 orang warga di Kabupaten Bintan terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) dari bulan Januari sampai tanggal 10 Juni 2020.

"Ada lima orang yang terjangkit DBD pada Juli 2020 ini, ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bintan, drg, Euis, Selasa (21/7/2020).

Ia menuturkan, bulan Januari 2020 merupakan kasus terbanyak demam berdarah dengan 11 orang.

Euis merinci, jumlah masyarakat yang terserang DBD sejak Januari hingga Juni 2020, yakni di bulan Januari masyarakat yang terserang DBD sebanyak 11 orang, Februari sebanyak 2 orang, Maret 1 orang, April nihil, Mei 4 orang dan bulan Juni pertanggal 10 sebanyak 3 orang.

"Bulan April itu tercatat tidak ada masyarakat yang terjangkit Dema Berdarah," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengakui bahwa kasus DBD di Bintan memang masih sering menyerang warga Kabupaten Bintan.

Sehingga menjadi perhatian Dinkes, khususnya di permukiman padat penduduk yang ada di daerah Bintan.

Apalagi di situasi musim, penghujan sangat rawan terjangkit DBD.

Sejumlah upaya sudah dilakukan Dinkes Bintan untuk membasmi dan mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

Mulai dari sosialisasi 3M Plus kepada warga dan menggelar gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) satu rumah satu jumantik.

Tetapi hal itu, kurang efektif dilaksanakan di lingkungan keluarga dan masyarakat.Sebab dalam arti tidak ada petugas khusus yang bertanggung jawab.

"Nah karena itu, kita membentuk petugas khusus dengan mengangkat Jumantik,"ungkapnya.

Gama juga berharap kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan langkah 3M Plus dipemukiman warga.

Hal itu dilakukan untuk membasmi dan mencegah pengembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.

"Salah satunya yang harus di perhatikan warga, seperti di tempat-tempat penampungan air, toilet, ban kendaraan yang sudah tidak terpakai, pot tanaman, tempat minum hewan peliharaan, mainan, vas, kolam renang, tempat sampah,dan lainnya," ucapnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved