Senin, 15 Juni 2026

Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia Tidak Seragam, Ini Penjelasan Erick Thohir

Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat dilakukan dengan dua cara, yakni gratis dan mandiri dengan prioritas petugas medis

Tayang:
Kementerian BUMN
Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir. Ia mengatakan pemerintah akan menyiapkan dua skema vaksinasi Covid-19, yaitu gratis dan mandiri. 

Ia menambahkan, saat ini Indonesia juga sedang berupaya menciptakan vaksin sendiri, yang harganya juga bisa bersaing dengan negara lain.

Dokter dan Perawat Prioritas

Menteri BUMN yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir menuturkan, rencananya akan ada 1,5 juta dokter, perawat atau tenaga kesehatan yang diprioritaskan dahulu untuk menjalani suntik vaksin Covid-19.

Korban Kebakaran di Bengkong Bengkel Batam Terima Bantuan Pakaian dan Sembako

"Tentu 1,5 juta ini yang harus dipastikan mendapatkan vaksin duluan.

Beliau-beliau harus disuntik duluan karena beliau terdepan karena mereka ini para pahlawan.

Kalau memang nanti bahan bakunya vaksinnya sudah bisa diproduksi, ini yang kita masukkan ke dalam skala prioritas berdasarkan data yang riil siapa yang bisa dikedepankan untuk divaksin dahulu seperti tadi dokter dan perawat," jelas Erick saat virtual konferesi pers pada Kamis (3/9/2020).

Balita di Tanjungpinang Berhasil Sembuh dari Virus Corona, Total 6 Orang Pasien Bebas Covid-19

 Jumlah, kriteria dan klasifikasi disebut Erick akan dikonsolidasikan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia dan pihak lain yang terlibat.

"Kita ingin memetakan daripada jumlah dokter, perawat dan bidan yang bisa membantu TNI Polri dan juga pihak lain seperti PMI lalu juga calon dokter, calon perawat bisa bantu untuk supaya vaksinasi ini bisa berjalan dengan baik," imbuhnya.

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (shutterstock)

Klasifikasi data dari dokter, perawat dan bidan ditekankan Erick penting dalam pelaksanaan prioritas vaksin tahap awal.

"Itu 1,5 juta dokter, bidan, perawat yang akan turun lakukan vaksinasi.

Misal dokter yang sudah turun selama pandemi covid, nanti ada katagorinya, IDI dan PPNI dari awal kami libatkan biar nggak bingung data.

Dokter kan ada macam-macam, dokter paru, dokter jantung dan lainnya," jelasnya.

BERITA TIMNAS - Latihan Keras Ala Shin Tae-Yong Bikin Pemain Timnas Cedera dan Pingsan

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia atau PB IDI, Daeng M. Faqih menambahkan saat ini yang menjadi garda terdepan atau dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dari data ialah, dokter spesialis paru ada sekitar 2.000 dokter, dokter spesialis penyakit dalam 4.000 dokter, dokter konsultan paru 1.000 dokter, dokter spesialis anak 4.000 dan dokter anastesi 2.000 dokter.

"Tapi sekarang karena pasien banyak, dokter lain dilatih ikut tangani langsung, nah itu yang akan kami data berapa yang tangani langsung, kemudian berapa yang tidak terlibat langsung tapi ikut tangani, dan lapisan ketiga berapa dokter yang tidak menangani tapi berisiko bertemu pasien yang kadang pasien OTG," tutur Daeng.

UPDATE SEPTEMBER 2020 - Daftar Harga HP Samsung Terbaru, Mulai dari Harga Rp 1 Jutaan

Daeng memastikan bahwa IDI, ikatan bidan, perawat, dan profesi kesehatan lainnya siap membantu dalam pelaksanaan vaksinasi di lapangan nantinya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
Live
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved