Bermukim di Sekitar Jaringan Transmisi SUTT, Amankah ?
bright PLN Batam sebagai perusahaan energi utama di wilayah Batam dan sekitarnya siap dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik di Batam
TRIBUNBATAM.id - Pemerintah saat ini tengah giat-giatnya mendorong semua pihak, terutama pemilik modal untuk berinvestasi sebagai upaya memacu pertumbuhan ekonomi ditengah pandemi, namun untuk mewujudkannya diperlukan kesiapan infrastruktur yang menjadi faktor penentu, termasuk di wilayah Batam.
Adapun syarat bagi pemilik modal untuk mempercayakan investasinya tentu membutuhkan kawasan industri dengan fasilitas yang lengkap agar menarik minat investor untuk masuk ke Batam.
Beberapa faktor penting menjadi pertimbangan investor dalam memilih kawasan industri diantaranya adalah ketersediaan listrik.
Listrik merupakan roda depan infrastruktur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi dan pemerataan industri yang berdampak langsung bagi penciptaan lapangan kerja dan ekonomi Batam.
Dengan demikian stabilitas pasokan listrik merupakan kunci pertumbuhan industri modern yang akan memacu peningkatan perekonomian daerah dan nasional.
bright PLN Batam sebagai perusahaan energi utama di wilayah Batam dan sekitarnya siap dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik untuk pertumbuhan industri serta siap mendukung program pembangunan yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Batam.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah program pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 KV Batu Besar – Nongsa untuk meningkatkan kehandalan listrik.
Selain untuk memperkuat dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, pembangunan transmisi SUTT 150 KV ini bentuk kesiapan bright PLN Batam dalam menjaga keberlangsungan industri.
Terutama semenjak ditetapkannya Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) pada Juli 2020 lalu.
Secara umum, kesiapan infrastruktur bright PLN Batam sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan dunia industri modern.
Namun pembangunan infrastruktur ini terhambat persoalan sosial. Beredar pendapat yang berkembang di masyarakat bahwa tinggal di bawah jaringan transmisi SUTT akan dapat menggangu kesehatan.
Opini ini mempengaruhi sebagian besar masyarakat sehingga mereka takut dan menolak untuk pembangunan disekitar atau dibawah jaringan transmisi.
Untuk menyikapi hal tersebut sudah beberapa kali bright PLN Batam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahkan dengan mendatangkan dokter Rusdani MKKK yang saat itu merupakan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri dan dokter ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada sosialisasi di Polda Kepri, 10 April 2018 lalu.
dr. Rusdani mengatakan beberapa isu yang keliru karena SUTT memiliki radiasi yang sangat kecil dibandingkan dengan matahari dan handphone jauh lebih tinggi radiasinya.
Rusdandi menjelaskan, berdasarkan teori radiasi ada dua hal yakni radiasi yang bahaya pengion atau Ionaizing, seperti alat Rontgen, radioterapi dan matahari sangat berbahaya. Sementara yang non pengion tidak mengion.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jaringan-listrik-di-batam.jpg)