Muak Klaim dan Teror China, Taiwan Minta Dukungan Indonesia dan Negara Lain Bisa Ikut PBB
Taiwan tampaknya benar-benar muak dengan ulah China yang mengklaim negara tersebut bagian dari Negeri Tirai Bambu
Muak Klaim dan Teror China, Taiwan Minta Dukungan Indonesia dan Negara Lain Bisa Ikut PBB
TRIBUNBAAM.id - Taiwan tampaknya benar-benar muak dengan ulah China yang mengklaim negara tersebut bagian dari Negeri Tirai Bambu.
Sebelumnya, Tiongkok yang tak ingin dituduh sebagai warga China mengganti tampilan paspornya.
• Mengintip Keagungan Masjid Raya Taipei, Tertua dan Bersejarah di Taiwan
Beberapa tahun terakhir tens tinggi terjadi antara Taiwan dan China.
China yang mengklaim Taiwan adalah wilayahnya, kerap melakukan provokasi militer dan sebagainya.
• Muak dengan China, Taiwan Ubah Desain Paspor Negaranya, Kini Lebih Tonjolkan Nama Taiwan
Taiwan sendiri berulang kali menyatakan bukan bagian dari China, dan mempunyai birokrasi seniri tanpa campur tangan Beijing.
Minta Dukungan Indonesia
Menteri Luar Negeri Taiwan Jaushieh Joseph Wu menyerukan agar Indonesia dan negara lain mendukung Taiwan dalam setiap konferensi, mekanisme, dan kegiatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Apalagi, dalam situasi pandemi virus corona yang memicu krisis seperti sekarang ini, masyarakat internasional perlu berupaya semakin ekstra untuk mengatasi setiap hambatan yang terjadi.
• Sebelum Meninggal, 3 ABK WNI Sempat Diberangkatkan ke Taiwan, Oktober Tahun Lalu
Dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (7/9/2020), Wu mengatakan Taiwan juga telah siap, bersedia, dan mampu berpartisipasi dalam upaya bersama menangani krisis akibat pandemi virus corona.
Wu mengklaim dengan keberhasilan Taiwan dalam menangani pandemi Covid-19, negaranya akan dapat berkontribusi lebih banyak kepada dunia jika ikut dalam setiap kegiatan PBB.
• Terus Diusik China, Taiwan Borong Jet Tempur AS, Tiongkok Ngotot Taipei Bagian Wilayahnya
Dia menambahkam jumlah kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Taiwan kurang dari 500 kasus.
Sementara itu jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat hanya dalam satu digit.
"Semua itu terutama karena berbagai tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Taiwan dalam menghadapi pandemi Covid-19," ujarnya dikutip dari rilis tersebut.
• China Buntuti Kapal Perang Amerika yang Melintas di Selat Taiwan, Tiongkok Nyatakan Siaga Penuh
Hingga akhir Juni, Taiwan melaporkan telah menyumbang 51 juta masker medis, 1,16 juta masker N95, 600.000 baju pelindung, 35.000 termometer, dan berbagai peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.
Wu meminta agar PBB harus lebih inklusif dan tidak boleh mengabaikan negara mana pun di dunia, Termasuk Taiwan, untuk ikut andil dalam setiap kegiatan PBB.
Selama ini, dia mengklaim bahwa Taiwan selalu dikesampingkan dari setiap sistem organisasi PBB.
• Rumah TKI Taiwan Dihancurkan Istrinya Karena Punya Selingkuhan, Istri: Saya Diusir Dari Rumah
Selain itu, dia menambahkan bahwa China juga terus menekan PBB untuk memblokir setiap partisipasi Taiwan dalam PBB.
Wu menuding China secara keliru menggunakan Resolusi 2758 yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 1971 sebagai dasar hukum untuk memblokir partisipasi Taiwan di PBB.
• Jet Tempur Sukhoi AU China Terobos Wilayah Pertahanan Udara Taiwan, Dicegat F-16
Wu menegaskan bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari China.
Presiden dan anggota kongres Taiwan dipilih langsung oleh rakyat Taiwan.
"PBB harus mengakui bahwa hanya pemerintah yang dipilih melalui prosedur demokrasi di Taiwan yang dapat mewakili 23,5 juta rakyat Taiwan, dan Republik Rakyat China tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama Taiwan" sambung Wu.
• Gunakan Teknologi dan Data Terintegrasi, Ternyata Ini Rahasia dan Kunci Sukses Taiwan Lawan Corona
Wu menyatakan bahwa Taiwan akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi kepada dunia jika diikutkan dalam setiap kegiatan PBB.
Dia juga mengutip pernyataan pembukaan Piagam Perserikatan Bangsa-bangsa yang berbunyi,
“Kami rakyat Perserikatan Bangsa-Bangsa, di sini untuk… menegaskan kembali kepercayaan kami pada hak asasi manusia... (dan) persamaan hak antara pria dan wanita, serta semua bangsa baik besar maupun kecil."
• Teror Invasi CHINA Ancam TAIWAN, Gelar Latihan Perang Terbesar hingga Dekati Jepang dan Amerika
"Cita-cita menjaga HAM dan kebebasan fundamental semua orang yang tertuang dalam piagam tidak boleh menjadi kata-kata kosong.
Saat PBB dalam penantian untuk 75 tahun yang berikutnya, masih belum terlambat untuk menyambut partisipasi Taiwan," sambung Wu.
• Dukun Santet Tak Mempan, Sekretaris Sewa Pembunuh Bayaran, Habisi Bos Roti Warga Taiwan
.
.
.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tegaskan Bukan Bagian dari China, Taiwan Minta Dukungan Indonesia agar Bisa Ikut PBB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jaushieh-joseph-wu.jpg)