Senin, 20 April 2026

Teror Invasi CHINA Ancam TAIWAN, Gelar Latihan Perang Terbesar hingga Dekati Jepang dan Amerika

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu mengatakan pada Rabu (22/7/2020) bahwa China semakin intens mengirim pesawat militer di wilayah dekat Taiwan

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, TAIPEI - Untuk kesekian kalinya Taiwan menyatakan ancaman China terhadap mereka makin intens.

Jet-jet tempur Beijing dilaporkan makin rutin melintas di perbatasan udara dua negara.

Pejabat Taiwan bahkan mengaku tindakan provokasi yang dilakukan Negeri Panda laiknya 'kejadian sehari-hari'.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu mengatakan pada Rabu (22/7/2020) bahwa China semakin intens mengirim pesawat militer di wilayah dekat Taiwan.

Daftar Musuh Tiongkok di Laut China Selatan Bertambah, Australia Bergabung di Aliansi Amerika

DUTA BESAR CHINA DIBIKIN MALU, Diperlihatkan Video Penyiksaan Muslim Uigur malah Jawab Tak Nyambung

Xi Jinping ke Mahmoud Abbas, Palestina adalah Saudara dan Teman Baik China

Joseph Wu mengatakan kepada wartawan bahwa intensitas penerbangan pesawat militer China di wilayah dekat Taiwan lebih sering terjadi daripada yang dikabarkan media.

Hal tersebut menjadi perhatian besar Wu, karena bersamaan dengan semakin intensnya penerbangan pesawat militer China di wilayah dekat Taiwan, China juga sudah melakukan latihan militer yang mensimulasikan serangan terhadap Taiwan.

Ancaman Invasi CHINA Hantui TAIWAN, Jaga-jaga Diserang Gelar Latihan Perang Terbesar di Pantai

China Sekarang Bukan yang Dulu, Senjata Ini akan Sulitkan Taiwan jika Berani Bentrok dengan Tiongkok

Gunakan Teknologi dan Data Terintegrasi, Ternyata Ini Rahasia dan Kunci Sukses Taiwan Lawan Corona

"Apa yang dilakukannya sekarang adalah tanpa henti mempersiapkan penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan masalah Taiwan," kata Wu sebagaimana yang dilansir dari ABC News pada Rabu (22/7/2020).

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan mengancam akan menggunakan Tentara Pembebasan Rakyat untuk membawa Taiwan ke bawah kendalinnya.

Latihan militer China di Jinan, dekat perbatasan dengan Korea Utara.(Militer China)
(Ilustrasi) Latihan militer China di Jinan, dekat perbatasan dengan Korea Utara.(Militer China) (KOMPAS.COM)

Taiwan dan China telah terbagi menjadi negara terpisah setelah terjadi perang saudara pada 1949.

Ketika itu nasionalis Chiang Kai-shek melarikan diri ke bekas jajahan Jepang saat Partai Komunis mengambil kendali di daratan utama China.

Beijing telah memutuskan hubungan dengan pemerintah Taiwan sejak Taiwan memilih Presiden Tsai Ing-wen yang berpihak pada kemerdekaan pada 2016.

Sebagai bentuk ketidaksukaan China telah berupaya mengisolasi Taiwan secara diplomatis sambil meningkatkan ancaman militer ke sana.

Berprofesi Konsultan Politik, Pria Singapura Akui Menjadi Mata-mata China di Amerika Serikat

Terduga Mata-mata China Diringkus Amerika, Sempat Sembunyi di Konsulat China dan Ngaku Peneliti

Perang! Amerika dan China Saling Tutup Konsulat, Washington Beri Peringatan

Pada tahun ini Tsai terpilih kembali dengan selisih yang lebar dengan pesaingnya.

Wu mengatakan bahwa China tampaknya tengah memiliki kepercayaan diri yang tinggi setelah mengalahkan suara oposisi dari Hong Kong, dengan disahkannya UU Keamanan Nasional oleh pihak legislatif dalam negeri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved