Selasa, 19 Mei 2026

Lelang Pengelolaan SPAM Hanya Untuk 6 Bulan, Langkah Riskan, Pertaruhkan Pelayanan Air Batam

BP Batam menunjuk PT Moya Indonesia sebagai Mitra Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bat

Tayang:
ist
BP Batam menunjuk Mitra Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan Selama Masa Transisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Sejumlah pelanggan khawatir layanan air bersih terganggu karena keputusan ini. 

Alangkah lebih baiknya bila BP Batam mengambil langkah bijaksana, meminta ATB melanjutkan pengelolaan SPAM selama 6 bulan pasca konsesi, sebelum BP Batam mempersiapkan mekanisme pengelolaan SPAM yang memang ideal untuk Batam.

“Kesan yang timbul sekarang adalah BP Batam tak punya konsep yang jelas mengenai pengelolaan air bersih kedepannya. Sebaiknya persiapkan dulu konsep yang jelas, baru ambil langkahnya,” tuturnya.

Masa transisi konsesi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam merupakan titik kritis yang harus mendapat perhatian pemerintah. Jika tidak berjalan mulus, maka berpotensi mengganggu layanan air bersih di Kota Batam.

Awalnya, BP Batam berniat melakukan pengelolaan SPAM Batam secara mandiri.

Untuk tujuan itu, BP Batam akan membangun Strategic Business Unit (SBU), dan mengirimkan sejumlah tenaga ahli untuk melakukan orientasi ke PT Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai pengelola SPAM saat ini.

Masa orientasi telah berlangsung sejak 15 Mei 2020.

Para tenaga ahli yang dikirim oleh BP Batam disambut langsung oleh Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto bersama jajaran direksi dan managernya. ATB juga menyediakan fasilitas ruangan khusus, agar proses orientasi berjalan baik.

Sayangnya masa orientasi tak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh BP Batam. Tim Ahli yang dikirim tidak benar-benar melakukan orientasi 100 persen. Kantor yang disediakan di lantai 3 Adhya Building Tower lebih sering kosong.

Nasib SBU yang digadang-gadang akan melakukan pengelolaan air di Batam pasca konsesi ATB juga tak jauh beda.

Hingga kini, lembaga yang akan jadi perpanjangan tangan BP Batam untuk mengurusi kebutuhan air bersih di Kota Batam itu tak kunjung terbentuk.

Di sisa waktu 2 bulan menuju akhir Konsesi, BP Batam memilih langkah yang tak terduga, dengan memilih operator baru untuk mengelola air bersih hanya untuk waktu 6 bulan setetelah konsesi ATB berakhir. (adv)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved