Selasa, 14 April 2026

Jakob Oetama Wafat

Sosok Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia yang Lebih Bangga Disebut Wartawan Ketimbang Pengusaha

Jakob Oetama dikenal lebih senang dan bangga disebut wartawan, ketimbang pengusaha.

Kompas.com
Jakob Oetama tutup usia Rabu 9 September 2020 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama tutup usia pada Rabu, 9 September 2020 pukul 13:05 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta dalam usia 88 tahun.

Almarhum disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan dan akan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.

Sosok Pendiri Kompas Gramedia ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 88 tahun.

Jakob Oetama dikenal lebih senang dan bangga disebut wartawan, ketimbang pengusaha.

Perjalanan hidupnya dalam membesarkan Kompas Gramedia yang didirikannya, juga warna kehidupannya sebagai seorang pendidik, seorang wartawan, dan seorang pengusaha.

Meski begitu, peran terakhirnya selalu dijalani dengan kerendahan hati.

Berikut ini kisah hidupnya.

Kisah Hidupnya

Bagi seorang Jakob Oetama, hidup tidak hanya dimaknai sebagai serangkaian kebetulan.

Iman menjadikan Jakob percaya bahwa hidup adalah skenario penyelenggaraan Allah, providentia Dei.

Berbagai peristiwa yang terjadi itulah yang membentuk karakter sederhana dan kerendahan hati seorang Jakob Oetama dalam menjalani berbagai peran kehidupan.

Dikutip dari buku Syukur Tiada Akhir, Lahir dengan nama asli Jakobus Oetama, pada 27 September 1931, Jakob adalah putra pertama dari 13 bersaudara pasangan Raymundus Josef Sandiya Brotosoesiswo dan Margaretha Kartonah.

Ayahnya merupakan seorang guru Sekolah Rakyat yang selalu berpindah tugas.

Profesi ayahnya pula yang menjadi pilihan Jakob setelah memutuskan untuk tak melanjutkan cita-cita awalnya, menjadi pastor.

Usai lulus seminari menengah, sekolah calon pastor setingkat SMA, Jakob memang sempat melanjutkan ke seminari tinggi. 
Namun, dia menjalani pendidikan di seminari tinggi hanya sekitar tiga bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved