TRIBUN WIKI
Sejarah dan Perkembangan Bioskop dari Masa ke Masa, Sudah Kangen Nonton Film?
Selama pandemi mewabah di Indonesia sejak Maret lalu, banyak tempat umum yang memilih untuk tutup. Salah satunya adalah bioskop.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Selama pandemi mewabah di Indonesia sejak Maret lalu, banyak tempat umum yang memilih untuk tutup.
Salah satunya adalah bioskop.
Langkah ini dilakukan untuk menghindari berkumpulnya banyak orang dalam satu ruangan yang bisa menjadi media penularan virus corona.
Hingga kini, terhitung kurang lebih setengah tahun sudah, kita tidak bisa menikmati film layar lebar di bioskop.
Bioskop atau cinema hall adalah sebuah gedung yang berisi auditorial untuk menonton film sebagai hiburan.
Sebagian besar bioskop merupakan teater komersial yang melayani masyarakat dengan menjual tiket pertunjukan.
Namun, beberapa bioskop juga dikelola oleh organisasi nirlaba yang mengenakan biaya keanggotaan untuk menonton film.
Dilansir dari History, film dalam bioskop diproyeksikan dengan proyektor film ke layar proyeksi besar di depan auditorium.
Sedangkan dialog pada film, suara, dan musik diputar melalui sejumlah speaker yang dipasang di dinding ruang bioskop.
Istilah bioskop melibatkan kata film yang merupakan bentuk dari gambar bergerak dalam pengertian sinematografi.
Sementara teater berasal dari kata Perancis Kuno yang artinya tempat terbuka di zaman kuno untuk melihat tontonan dan drama.
Seiring berkembangnya waktu, pada tahun 1570-an dalam bahasa Inggris, makna teater bergeser menjadi sebuah bangunan tempet pertunjukan dipentaskan.
Berawal dari teater film
Dalam buku The Magazine of Science and School of Arts Volume 4 (1843) karya William Brittain, dalam tradisi panjang teater, teater film merupakan wadah yang bisa menampung segala jenis hiburan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-bioskop11.jpg)