Jumat, 15 Mei 2026

Kapal Buatan Batam Usir Coast Guard China dari Laut Natuna, Mampu Berlayar di Samudera 28 Hari

KN Pulau Nipah -321 milik Bakamla RI mengusir kapal coast guard China dari Laut Natuna, Kepulauan Riau.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI meluncurkan 3 unit Kapal Negara (KN) di Galangan PT Citra Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Jumat (18/10/2019). 

Hingga Minggu (13/9/2020) pagi, kapal China tersebut masih belum mau meninggalkan lokasi.

"Masih komunikasi dan masih kita upayakan untuk keluar," ujar Aan melalui pesan singkat, Minggu (13/9/2020).

Dalam hal ini, KN Nipah 321 tengah melaksanakan operasi cegah tangkal 2020 di wilayah zona maritim barat Bakamla.

Operasi dimulai pada 4 September dan akan digelar hingga akhir November 2020.

Adapun, Laut Natuna Utara merupakan wilayah yuridiksi Indonesia. Indonesia memiliki hak berdaulat atas sumber daya alam di wilayah itu.

Profil KN Pulau Nipah -321

KN Pulau Nipah-321 merupakan kapal buatan Batam dan diluncurkan PT Citra Shipyard, Tanjunguncang, Jumat (18/10/2019).

Adapun 3 unit kapal negara yang diluncurkan tersebut, yakni Kapal Pulau Nipa 321, Kapal Pulau Dana 323, Kapal Marore 322.

Peluncuran kapal itu dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya Taufieqoerrochman.

Tampak hadir beberapa pejabat tinggi dari Pemerintahan Provinsi Kepri.

Tiga unit Kapal Negara (KN) yang diluncurkan oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI diperuntukkan untuk memperkuat patroli penjagaan di perairan Kepri, Selat Malaka, Laut Cina Selatan.

Kapal buatan anak negeri itu dikerjakan oleh PT Citra Shipyard galangan Tanjunguncang, Batam.

Komandan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Madya TNI Taufieqoerrochman mengatakan peluncuran kapal negara tersebut guna menjaga pertahanan laut Indonesia.

“Adanya 3 unit kapal ini yang baru saja diluncurkan membuat Bakamla kini memiliki 10 unit KN. Namun hal ini masih jauh dari kebutuhan kita. Sedikitnya jika bergambar dengan kondisi laut kita, Bakamla harus memiliki 77 unit KN, artinya kita masih kurang 67 lagi,” ungkap Taufiq usai memimpin peluncuran KN di PT Citra Shipyard Galangan Tanjunguncang, Batam, Jumat (18/10/2019).

Jadi, lanjut dia, untuk mengakomodir wilayah perairan perbatasan RI, nanti 3 unit kapal yang diluncurkan itu penempatannya akan dinamis, namun lebih fokus menjaga perairan Selat Malaka, Laut Cina Selatan, sesuai jalur teritorial Indonesia.

Dikatakan Taufiq tiga kapal itu memiliki kelebihan stabilitas yang tinggi dilengkapi sistem informasi, dan manuver kendali dengan kecepatan 22 knot serta meriam 30 dan terpasangnya remot radar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved