Anda Sering Kesemutan? Waspadalah! Pertanda Awal 5 Penyakit Berat Ini
Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf
TRIBUNBATAM.id - Setiap orang pasti pernah merasakan kesemutan dalam hidupnya.
Misalnya setelah lama duduk bersila, atau tangan tertindih ketika tidur.
Namun pada beberapa kasus, kita sering mengalami kesemutan berlebihan.
Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf.
Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.
Tumor maupun lesi vaskular yang menekan otak atau sumsum tulang juga bisa menimbulkan paresthesia.
Sindrom saraf seperti sindrom saluran carpal (CTS) bisa merusak saraf perifer dan menyebabkan paresthesia diiringi rasa nyeri.
Namun, kebanyakan dari kita sering merasakan kram atau kesemutan di bagian kaki.
Dehidrasi, kurangnya mineral tubuh seperti, potassieum, kalsium, dan magnesium, serta aktivitas tertentu yang berlebihan.
Ketika berolahraga misalnya, tubuh akan mengeluarkan kalsium bersaman dengan keringat, sehingga mudah terjadi kurangnya kalsium dalam tubuh.
Kurangnya kalsium bisa membuat otot berkontraksi, yang sering kita sebut sebagai kesemutan atau kram.
Selain itu, yang perlu diperhatikan, kesemutan juga ternyata merupakan gejala dari beberapa jenis penyakit.
Dan berikut sejumah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan.
1. Stroke
Kesemutan juga dapat menjadi tanda dari stroke ringan.
Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusaka saraf setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19-9-2020-kesemutan.jpg)