Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Myanmar Berlomba Untuk Membangun Rumah Sakit
Otoritas Myanmar berlomba membangun rumah sakit lapangan di ibu kota komersial Yangon untuk mengatasi lonjakan infeksi virus Corona.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, YANGON - Otoritas Myanmar berlomba membangun rumah sakit lapangan di ibu kota komersial Yangon untuk mengatasi lonjakan infeksi virus Corona.
Para dokter khawatir ancaman wabah ini akan membanjiri sistem kesehatan negara yang rapuh.
Negara di Asia Tenggara itu melaporkan 307 kasus baru Covid-19 pada Selasa (15/9/2020).
Ini merupakan jumlah korban harian tertinggi sejak dimulainya pandemi pada Maret, dan 134 lainnya pada Rabu pagi.
Menjadikan total kasus Covid-19 sebesar 3.636 infeksi dan 39 kematian.
Myanmar sudah berminggu-minggu tanpa kasus penularan lokal sebelum wabah pada pertengahan Agustus di wilayah barat Rakhine yang telah menyebar ke seluruh negeri.
• Jadwal Semifinal SEA Games 2019 Timnas U 22 Indonesia vs Myanmar Sore Ini, Osvaldo Haay On Fire
Tiga rumah sakit di Yangon, tempat sebagian besar kasus dan sekarang diisolasi kedua, telah digunakan kembali untuk merawat pasien Covid-19 dan pemerintah sedang membangun rumah sakit lapangan dengan 500 tempat tidur di lapangan sepak bola.
"Kami tidak memiliki lebih banyak ruang untuk menampung wabah besar," Kaung Kyat Soe, kepala rumah sakit sementara yang baru.
"Keadaan akan bertambah parah jika kita tidak bisa menerima pasien, makanya kita segera bangun shelter," ujarnya.
Beberapa dekade pengabaian oleh junta militer Myanmar yang sebelumnya berkuasa membuat sistem kesehatan berada di peringkat terburuk di dunia oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2000, terakhir kali peringkat dipublikasikan.
Anggaran kesehatan sekitar 0,3 persen dari produk domestik bruto sebelum dimulainya reformasi demokrasi pada tahun 2011.
Pada Maret, Bank Dunia mengatakan Myanmar hanya memiliki 383 tempat tidur ICU untuk populasi 51 juta dan 249 ventilator, dibandingkan dengan 6.000 tempat tidur dan lebih dari 10.000 ventilator di negara tetangga Thailand, negara berpenduduk 69 juta.
Lebih banyak ventilator telah disumbangkan ke Myanmar.
Beberapa dokter Yangon mengatakan tanggapan pemerintah telah menyebabkan kekurangan ruang rumah sakit dan pilihan perawatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pekerja-membangun-gedung-darurat-untuk-pasien-covid-19.jpg)