TRIBUN WIKI
Mengapa Luka pada Penderita Diabetes Sulit Sembuh?
Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes bisa mempengaruhi saraf dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Salah satu hal yang paling identik dengan diabetes adalah luka yang cenderung sulit sembuh.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko infeksi hingga yang terparah harus menempuh jalan amputasi.
Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes bisa mempengaruhi saraf dan menyebabkan sirkulasi darah memburuk.
Hal ini akan menyulitkan darah menjangkau area tubuh yang mengalami luka.
Akibatnya, proses penyembuhan luka pun butuh waktu lama.
Itu sebabnya, penderita diabetes harus menjaga gula darah agar tetap stabil, sehingga proses penyembuhan luka bisa berjalan cepat.
Komplikasi
Lamanya proses penyembuhan luka bisa menimbulkan berbagai komplikasi, seperti infeksi.
Infeksi ini bisa menyebar ke seluruh bagian tubuh sepert otot dan tulang.
Infeksi juga bisa menyebabkan ganggren atau matinya jaringan yang menjadi penyebab umum amputasi pada sebagian besar penderita diabetes.
Infeksi yang tidak terkontrol juga bisa menyebabkan sepsis atau komplikasi infeksi yang mengancam nyawa.
Bagaimana cara mencegahnya?
Untuk mencegah komplikasi tersebut, penderita diabetes bisa melakukan langkah-langkah berikut:
1. Merawat kaki sebaik mungkin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pemeriksaan-gula-darah1.jpg)