Senin, 20 April 2026

Singapura dan Thailand Ditambahkan ke Daftar 'Bebas Karantina' Inggris

Singapura dan Thailand telah dihapus dari daftar negara tempat para pelancong harus dikarantina ketika memasuki Inggris. Ada apa?

AFP/Tolga Akme via kompas.com
Singapura dan Thailand ditambahkan ke daftar 'bebas karantina' Inggris. 

Mereka dideteksi terutama melalui pengujian pengawasan aktif, seperti pengujian rutin rostered (RRT), dan penelusuran serta pengujian agresif saat kasus baru terdeteksi.

Dengan 65 pasien yang dipulangkan pada siang kemarin dari rumah sakit atau fasilitas perawatan komunitas, total 56.749 pasien telah pulih sepenuhnya dari infeksi tersebut.

Saat ini terdapat 60 kasus yang dikonfirmasi masih berada di rumah sakit.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar stabil atau membaik, dan tidak ada yang berada di unit perawatan intensif.

Ada juga 555 pasien yang menjalani pemulihan di fasilitas komunitas.

Mereka terdiri dari mereka yang memiliki gejala ringan, atau secara klinis baik-baik saja tetapi masih dites positif untuk Covid-19.

Penghitungan kematian resmi Singapura akibat komplikasi Covid-19 mencapai 27, tetapi 15 lainnya yang dites positif terkena virus telah meninggal karena penyebab lain.

Malaysia Tinjau Kemungkinan Akan Buka Kembali Perbatasan dengan Singapura di Januari

Perbatasan Malaysia-Singapura kemungkinan akan kembali dibuka sepenuhnya pada bulan Januari mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia.

Pihaknya mengaku tengah melihat dan meninjau kemungkinan tersebut.

Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan pada hari Jumat (11/9/2020 bahwa periode perintah kendali pergerakan pemulihan (RMCO) selama empat bulan ke depan akan menjadi waktu yang penting bagi negara karena akan menentukan apakah mungkin untuk membuka kembali perbatasan dengan Singapura sepenuhnya.

Dia mengatakan selama ini, pendekatan yang lebih sistematis akan diambil di berbagai bidang seperti kontrol perbatasan, jarak fisik dan penggunaan alat pelindung diri.

Datuk Seri Dr Adham juga mengatakan kementerian sedang mempertimbangkan untuk menggandakan kapasitasnya dalam menyeka para pelancong untuk Covid-19 di bawah rencana Jalur Hijau Timbal Balik (RGL) dan Pengaturan Perjalanan Berkala (PCA) saat ini.

Dr Adham mengatakan dalam mempertimbangkan apakah perbatasan akan dibuka sepenuhnya, kementerian harus mempertimbangkan mata pencaharian masyarakat, yang terkena dampak Covid-19.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved