TRIBUN WIKI
Sebabkan Kulit Ruam dan Gatal, Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Dermatitis Numularis
Dermatitis numularis adalah suatu peradangan pada kulit berbentuk koin atau oval ditandai dengan ruam kulit yang gatal.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Sebagai lapisan tubuh paling luar, kulit rentan terkena beragam gangguan.
Gangguan ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti jamur, bakteri, hingga virus.
Selain itu, gangguan kulit juga bisa terjadi sebagai gejala dari suatu penyakit hingga penggunaan obat tertentu.
Pada kondisi tertentu, kulit juga bisa mengalami peradangan.
Salah satu jenis peradangan pada kulit yakni dermatitis numular.
Dermatitis numularis adalah suatu peradangan pada kulit berbentuk koin atau oval ditandai dengan ruam kulit yang gatal disertai lepuhan-lepuhan kecil, keropeng, dan kulit bersisik.
Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan eksim nummular atau eksim diskoid.
Biasanya, penyakit ini terjadi pada usia 55–65 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita.
Walaupun dapat pula ditemukan pada usia yang lebih muda atau usia remaja, terutama wanita.
Gejala
Gejala pada dermatitis numularis dapat berupa
- Bercak atau ruam kemerahan pada kulit yang awalnya kecil dan berkelompok
- Terdapat bintik-bintik merah didalam bercak dan kulit lepuh berisi cairan. Kemudian, lesi kulit membesar membentuk koin atau oval.
- Ukuran diameter lesi 2–10 sentimeter
- Lokasi tersering adalah kaki, tetapi dapat muncul dibagian tubuh lain, seperti badan, lengan, tangan, dan telapak.
- Gatal dengan intensitas ringan sampai berat, dan dapat disertai nyeri seperti terbakar
- Lesi lepuh pada kulit dapat pecah, berkerak, dan lama-kelamaan dapat menjadi sisik
Penyebab
Penyebab pasti dari dermatitis numularis belum diketahui.
Sensitif terhadap bahan tertentu dikaitkan dengan kejadian dermatitis numularis, seperti:
- Logam, seperti nikel dan merkuri yang didapat saat penambalan gigi
- Formaldehid
- Obat-obatan, seperti neomisin
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan dermatitis numularis ditujukan untuk mengurangi peradangan dan gejala gatal atau nyeri yang ditimbulkan.
Obat-obatan yang dapat digunakan untuk dermatitis numularis antara lain:
- Kortikosteroid, dalam bentuk salep atau krim merupakan pilihan utama untuk mengurangi peradangan pada dermatitis numularis.
- Fototerapi yang biasa digunakan adalah fototerapi dengan sinar UVB pada kasus dengan lesi yang luas dan lama tidak sembuh dengan pengobatan topikal atau salep.
- Fototerapi sinar UVA dengan psoralen juga dapat digunakan pada kasus yang berat.
- Modulator sistem imun seperti tacrolimus dan pimecrolimus dapat digunakan untuk mengurangi peradangan.
- Antihistamin, seperti cetirizine dapat digunakan untuk mengurangi gejala gatal dan meredakan respon alergi.
- Antibiotik salep dapat diberikan bila ada infeksi sekunder karena bakteri. Salep antibiotik yang digunakan tidak boleh mengandung neomicin, karena salah satu pencetus dermatitis numularis.
- Seperti penyakit eksim lainnya, pemberian pelembap kulit pada dermatitis numularis sangat membantu untuk melindungi kulit yang rusak dan mencegah kulit iritasi.
Seperti halnya penyebab dari dermatitis numularis tidak diketahui, upaya pencegahan pasti agar seseorang tidak terkena dermatitis numularis pun tidak diketahui.
Tetapi beberapa langkah dibawah ini dapat dilakukan apabila memiliki risiko tinggi atau pernah mengidap dermatitis numularis agar tidak kambuh, diantaranya
- Menggunakan pelembab secara teratur minimal satu kali sehari. Gunakan pelembab setelah mandi.
- Menghindari bahan-bahan penyebab iritasi kulit seperti cairan pembersih kerak, detergen pakaian, ataupun bahan kimia lainnya
- Menggunakan sabun dengan pH netral, mengandung pelembab, dan tidak mengandung detergen untuk mengurangi iritasi kulit, terutama jika memiliki kulit yang sangat kering.
Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Dermatitis Numularis'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dermatitis-numularis.jpg)