Minggu, 26 April 2026

Siapa Sebenarnya Cai Changpan? Terpidana Mati Gali Lubang 6 Bulan hingga Kabur dari Lapas Tangerang

Seperti dalam adegan film action, warga negara China Cai Cangpan alias Cai Ji Fan meloloskan diri dari Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Istimewa/Warta Kota
Lubang yang dibuat untuk melarikan diri oleh napi terpidana mati kasus narkoba, WN China 

TRIBUNBATAM.id - Seperti dalam adegan film action, warga negara China Cai Cangpan alias Cai Ji Fan meloloskan diri dari Lapas Kelas I Tangerang, Banten.

Tak main-main, Cai Cangpan alias Cai Ji Fan lolos dengan cara menggali lubang sepanjang 30 meter.

Jalur kabur yang dibuat tahanan eksekusi mati untuk meloloskan diri dari lapas itu cukup mencengangkan publik. Apa sebenarnya yang telah terjadi?

Cai Changpan melarikan diri pada Senin (14/09/2020), namun baru diketahui pada Jumat (18/09/2020) pagi.

Rekam Jejak Cai Changpan, WNA China itu coba dikuak satu per satu.

Berikut:

1. Manfaatkan pembangunan dapur penjara

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim lapas dan minta izin untuk lakukan penyelidikan dalam lapas atas kaburnya napi itu.

Dari sana kata dia pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke petugas lapas dan napi teman satu sel dari napi narkoba yang kabur itu.

tribunnews

"Dari pemeriksaan lokasi, di sana memang ada pembangunan dapur di dekat sel tahanan napi yang kabur. Ini yang dimanfaatkan napi itu," katanya.

2. Gali lubang 6 bulan

Ada indikasi napi yang kabur itu sudah menggali lubang selama 5 sampai 6 bulan untuk jalan keluar dari sel. Ini dikatakan teman napi satu sel.

"Diduga beberapa alat yang dipakai untuk menggali adalah alat pekerja yang sedang membangun dapur di dekat sana," ujarnya.

3. Selidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain

Ia memastikan masih akan memeriksa saksi lainnya untuk mendalami siapa saja yang terlibat dalam kaburnya napi narkoba, warga negara China yang divonis mati itu.

"Kita masih dalami kemugkinan keterlibatan pihak lainnya," ujar Yusri.

tribunnews
Ilustrasi (shutterstock)

Sampai kini, Yusri memastikan pihaknya masih memburu Cai Changpan, bersama tim dari Lapas Tangerang dan dari Polres Tangerang.

"Kami sudah berkordinasi dengan Tim Lapas Tangerang dan Kemenkumham, untuk bersama-sama memburu napi narkoba warga negara China, yang divonis mati itu," kata Yusri.

Cai Changpan dketahui divonis mati sejak tahun 2017 lalu.

Biodata dan Rekam Jejak Cai Changpan

Cai Changpan merupakan terpidana mati kasus narkoba.

Dia menyelundupkan 110 kilogram sabu di Banten pada tahun 2016.

Cai Changpan kemudian dibekuk bersama 7 orang lainnya oleh Bareskrim Polri.

Sebelumnya saat menjadi tahanan di rutan Direktorat Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta, Cai Changpan kabur bersama teman tahanan lainnya pada 24 Januari 2017.

Mereka menggunakan cara yang hampir mirip dengan melubangi tembok mandi menggunakan batang besi.

Kemudian mereka memanjat tembok setinggi 2,5 meter.

Namun tak lama setelah itu tanggal 27 Januari 2017 Cai Changpan dan komplotannya berhasil ditangkap di Sukabumi dan kembali masuk penjara.

Polisi Sebar Foto Cai Changpan

Cai diketahui kabur dengan cara menggali lubang di dalam kamar selnya yang terhubung dengan gorong-gorong di luar bagian belakang lapas.

Menurut Kalapas Kelas I Tangerang Jumadi, Cai kabur lewat samping lapas.

"(Galian lubang ke luar) samping lapas, jalan samping, Bukan lewat situ (jalan utama), di samping, dinding," kata Jumadi.

Dari hasil penyelidikan, beberapa barang yang ditemukan di dalam sel Cai.

Barang tersebut di antaranya obeng dan besi.

"Ya kemarin itu peralatan yang diketemukan (di sel) sudah di bawa ke Polresta. Ya ada obeng, ada besi. Ya nanti di sana, di Polres sana," ujarnya.

Ini adalah kali kedua Cai Changpan kabur dengan cara serupa.

Jumadi membantah dugaan keterlibatan petugas jaga dalam kaburnya Cai Changpan.

"Kalau pengamatan kami di lapangan untuk keterlibatan pegawai tidak ada. Kalau melihat dia sepertinya pelaku tunggal," ujarnya.

Cai sendiri telah menjalani hukuman dua tahun di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Saking diam dan kurangnya sosialisasi, ada napi yang tidak mengenal sosok Cai Changpan.

"Tidak ngetren, tidak pernah bergaul ke blok lain karena hukuman mati. Ya, menurut teman-temannya.

Dari sisi pegawai pun tidak terlalu familiar ke dia. Berbeda dengan napi yang sering hilir mudik," kata Jumadi.

Cai diduga dapat informasi mengenai saluran air gorong-gorong di Lapas Kelas 1 Tangerang dari petugas dalam.

Apalagi saluran air yang digunakan kabur juga diduga dibendung.

Akibat kurang lancarnya air yang masuk ke terowongan itu, Cai Changpan bisa dengan mudah masuk ke terowongan yang langsung tembus ke luar lapas.

Diduga kaburnya Cai Changpan terencana dengan matang, mulai dari dia menggali lubang di bawah kamar tidurnya hingga saat dia kabur dan setelah dia keluar dari gorong-gorong kemudian hilang dari peredaran.

Gantung Diri

Terpidana mati Cai Changpan yang kabur dari tahanan pada 14 September 2020 dinyatakan tewas dalam keadaan bunuh diri pada Sabtu (17/10/2020).

"Kita temukan yang bersangkutan dalam keadaan bunuh diri," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu. Pihak kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan saksi untuk mendalami peristiwa tewasnya Changpan. 

Cai Changpan kemudian ditemukan meninggal dunia di sebuah pabrik pembakaran ban.

Kepolisian menduga, Cai Changpan memilih bunuh diri karena dalam posisi terdesak, di tengah buruan tim khusus yang terdiri dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan Lapas Tangerang.

Berdasarkan identifikasi sidik jari dan toto, kepolisian memastikan jasad tersebut adalah Cai Changpan.

Polisi telah membawa jenazah Cai ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan otopsi.

Hasilnya, Cai Changpan dipastikan tewas karena buhuh diri dan tidak ditemukan luka-luka lain akibat kekerasan.

"Jadi bisa dipastikan yang menggantung adalah betul-betul adalah saudara terpidana mati Cai Changpan alias Antoni," kata Nana.

Cai Changpan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pabrik pembakaran ban yang berada di Hutan Tenjo.

Pengakuan Istri

Istri Cai Changpan mencerita keinginan suaminya saat bertemu setelah kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada 14 September 2020.

Menurut Nuryannah, Cai Changpan memang sempat datang ke rumahnya di kawasan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Nuryannah menceritakan, saat itu Cai Changpan datang hanya ingin menemui satu sosok.

Nuryannah menceritakan awal mula perkenalannya dengan Cai Changpan.

"Saya kerja cuma satu hari, saya gak betah, saya pulang lagi, begitu saya gak kerja pak Yongfan ke rumah, gak kelamaan minta sama orang tua nikah, sama pak Antoni nikah siri ," kata Nuryannah dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Talk Show tvOne dalam tayangan Menyingkap Tabir.

Menurut Nuryannah, Cai Changpan memiliki pabrik pembakaran ban di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.

"Punya pabrik ban di Cilaku, kampung sini, pas masih sama istri yang Koyah," kata Nuryannah.

Mesti sudah belasan tahun di Indonesia, Cai Changpan rupanya masih berkewarganegaraan China.

"Kalau pak Antoni di sini bawanya paspor, cuma 6 bulan sekali langsung pulang lagi ke China, dicap lagi paspornya, balik lagi ke Indonesia," terang Nuryannah.

Nuryannah menceritakan saat Cai Changpan datang.

Menurut Nutyannah, Cai Changpan datang ke rumahnya tepat di hari ia kabur dari Lapas Tangerang.

"Pak Antoni baru sekali hari Senin pas kejadian kabur, pagi jam setengah 7an," kata Nuryannah.

 

Nuryannah mengatakan Cai Changpan saat itu tak mengatakan banyak hal dan hanya ingin menemui anaknya.

tribunnews
Selebaran yang menyebutkan ada hadiah Rp 100 juta bagi pemberi informasi dan penangkap Cai Changpan. Namun Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membantah hal itu. (Kompas.com)

Nuryannah juga mengungkap ucapan Cai Changpan saat ingin bertemu dengan anaknya.

Nuryannah bahkan menangis ketika menceritakan ucapan Cai Changpan. 

"Gak ada ngobrol apa-apa cuman nanyain anaknya , 'mana anak saya, saya pengen gendong pengen meluk' langsung berangkat lagi (nangis) gak ngomong apa-apa," kata Nuryannah sambil terisak menangis.

Nuryannah mengatakan saat itu Cai Changpan sangat terburu-buru. Ia menduga Cai Changpan ketakutan saat itu.

NB

Berita ini diupdate Selasa, 20 Oktober 2020

Redaksi

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Pulang ke Rumah Setelah Kabur dari Lapas Tangerang, Cai Changpan Ungkap Keinginan Terakhir

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Napi Narkoba WN China 6 Bulan Gali Lubang untuk Kabur dari Lapas Tangerang, Gunakan Alat ini

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved