Soal Laut China Selatan, Xi Jinping Tegaskan China Tak Berniat Perang dengan Negara Manapun
Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada PBB bahwa Beijing tidak berniat untuk berperang baik dalam Perang Dingin atau Panas dengan negara mana pun
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) kemarin bahwa Beijing tidak berniat untuk berperang baik dalam Perang Dingin atau Panas dengan negara mana pun.
Pernyataan ini sejalan dengan ketegangan yang tumbuh antara China dan Amerika Serikat ( AS).
"Kami akan terus mempersempit perbedaan dan menyelesaikan perselisihan dengan orang lain melalui dialog dan negosiasi.
Kami tidak akan berusaha untuk hanya mengembangkan diri kami sendiri atau terlibat dalam permainan zero-sum," katanya dalam pernyataan video untuk pertemuan tahunan pemimpin dunia.
Ada pembicaraan dalam beberapa bulan terakhir tentang kemungkinan Beijing terseret ke dalam konflik bersenjata dengan Washington.
Sengketa wilayah Laut China Selatan dipandang sebagai pemicu yang paling mungkin untuk perkelahian apa pun.
• Lebih dari 150 Negara Bergabung Dalam Program Vaksin Global COVAX, AS dan China Absen
Ketegangan yang telah lama membara antara Amerika Serikat dan China juga mencapai titik didih atas penanganan pandemi Covid-19.
Menyoroti upaya Beijing untuk pengaruh multilateral yang lebih besar sebagai tantangan bagi kepemimpinan Washington.
Wabah virus Corona pertama kali terdeteksi di China akhir tahun lalu.
Washington menuduh Beijing kurang transparan yang dikatakan memperburuk wabah.
Dalam apa yang tampaknya merupakan teguran bagi Presiden AS Donald Trump, meskipun pidato kedua pemimpin itu direkam sebelumnya.
Xi menyerukan tanggapan global terhadap virus tersebut dan memberi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) peran utama.
"Menghadapi virus ini, kita harus meningkatkan solidaritas dan melalui ini bersama-sama.
Kita harus mengikuti panduan ilmu pengetahuan, memberikan peran penuh pada peran utama Organisasi Kesehatan Dunia," kata Xi.