Rabu, 6 Mei 2026

3 Hari Tidak Keluar Rumah, Mahasiswi Cantik dan Ibunya Ditemukan Tewas: Ayah Tiri Geby, Mana?

Sebelumnya, Geby bersama ibunya ditemukan terbujur tak bernyawa dengan tubuh penuh luka di dalam rumah mereka, Rabu (23/9/2020) malam.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
KORBAN PEMBUNUHAN - Keluarga korban menunjukkan foto Gadis Cantik yang ditemukan meninggal dunia di Pontianak. 

TRIBUNBATAM.id, PONTIANAK - Bapak Geby (15) kemana? rentetan pertanyaan itu ditanyakan warga usai mengevakuasi mayat korban dan ibu kandungnya dari dalam rumah.

Sebelumnya, Geby bersama ibunya ditemukan terbujur tak bernyawa dengan tubuh penuh luka di dalam rumah mereka, Rabu (23/9/2020) malam.

"Ya ampun Geby meninggal,"demikian ungkapan warga saat proses evakuasi jenazah. Banyak yang bersedih.

Sementara itu, Hingga Kamis (24/9/2020) ini, bapak tiri Gebyu yang belum lama menikah belum diketahui keberadaannya. Pria itu seperti lenyap ditelan bumi pasca mencuat kasus dugaan pembunuhan anak dan istri barunya.

Pria tersebut berinisial  SS atau masih dalam pencarian. 

Gadis cantik bernama Geby bersama ibunya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya, di Kelurahan Banjar Serasan, Jalan Tanjung Harapan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar ), Rabu malam.

Berikut Fakta-fakta Selengkapnya!!!

1. Kejanggalan dan Posisi Jasad Ibu dan Anak Gadisnya

tribunnewsYogi keluarga korban saat berikan keterangan ke Tribun Pontianak di lokasi kejadian, Rabu (23/9/2020).

Kapolresta Pontianak Kombespol Komarudin mengatakan, kedua korban diduga korban pembunuhan, di mana pada kedua korban terdapat luka pada bagian kepala.

Korban SS tergeletak di ruang tamu, sedangkan sang putri berada di ruang tengah rumahnya.

"Pertama kali yang menemukan adalah keluarga. Karena selama beberapa hari dihubungi tidak ada respons, padahal handphone putrinya aktif. Lalu keluarga datang ke sini, dan sampai di lokasi lampu dalam keadaan mati. Saat dihidupkan, diintip dari luar, korban sudah tergeletak, di ruang tamu," kata Komarudin.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara atau TKP, kedua korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari.

"Kalau dilihat dari kondisi jasad korban, dan bekas di TKP, diperkirakan satu atau dua hari korban sudah meninggal dunia," ujarnya.

2. Apakah Ada Barang-barang Korban yang Hilang?

tribunnewsWarga kecamatan Pontianak Timur pada Rabu (23/9/2020) malam di gegerkan penemuan dua mayat yang di duga kuat korban pembunuhan.

Kapolresta mengungkapkan, pihaknya tidak menemui adanya barang-barang berharga yang hilang dari dalam rumah tersebut.

"Kondisi di dalam tidak ada barang-barang berharga yang hilang," jelasnya.

Terkait keberadaan suami SS, pihak kepolisian dan keluarga masih mencoba menghubunginya.

"Kita masih mencoba menghubunginya, tapi menurut keterangan saksi yang bersangkutan memang jarang ada di rumah," katanya.

Adapun kedua jasad korban dibawa ke RSUD dr Soedarso untuk keperluan visum.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab serta mencari siapa tersangka kasus dugaan pembunuhan ini.

3. Kronologi saat Malam-malam Keluarga Syok

tribunnewsLokasi rumah korban dugaan pembunuhan yang berada disamping gang H. Arsyad di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Rabu (23/9/2020) malam sekira pukul 22:00 WIB.

Keluarga korban, Yogi menceritakan kronologi penemuan dua keluarganya tersebut.

Yogi mengatakan, sang ibu bernama Sumi alias Umi (40). Sedangkan, anak bernama, Geby berusia 19 tahun.

Diceritakan Yogi, pihak keluaga memang mulai merasa curiga karena Bu Sumi dan Geby sudah tiga hari tak dapat dihubungi.

Kemudian, keluarga besar sepakat untuk berkumpul dan mendatangi rumah korban.

Rabu (23/9/2020) sekitar pukul 21.00 WIB, dirinya bersama keluarga yang lain tiba di lokasi dan menemui sejumlah kejanggalan.

"Pas ngintip dari jendela lihat ada yang tergeletak,” cerita Yogi kepada Tribunpontianak.co.id, di lokasi kejadian.

“Langsung bilang, dobrak saja. Pas didobrak sudah melihat Umi sudah meninggal. Posisinya si Geby di dalam kamar, Umi di luar, darahnya sudah kering. Sepertinya sudah lebih sehari," kata Yogi.

Yogi mengungkapkan bahwa korban tinggal di rumah itu bersama anak dan suami barunya yang biasa disapa Alau.

Namun, suami baru Umi tidak ada di tempat dan belum diketahui keberadaannya.

Setelah itu, iapun langsung segera menghubungi petugas kepolisian.

Saat ini, sejumlah anggota keluarga korban yang berada di lokasi terlihat histeris mengetahui keluarganya meninggal tak wajar.

Mengetahui peristiwa ini, sontak ratusan warga pun memadati lokasi kejadian di tepi Jalan Harapan Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur.

4. Kesaksian Tetangga Korban dan Status Mahasiswi

tribunnewsYogi keluarga korban saat berikan keterangan ke Tribun Pontianak di lokasi kejadian, Rabu (23/9/2020).

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin beserta jajaran turun langsung ke lokasi kejadian.

Area kejadian pun telah dipasang garis polisi.

Kesaksian Warga

Satu di antara warga yang rumahnya berdampingan dengan rumah korban, Isnaini mengatakan, sejak dua hari sebelumnya, rumah korban memang tertutup dan sepi.

Dikatakannya, tidak ada tanda-tanda keributan ataupun suara teriakan apapun sebelum penemuan korban.

Dirinya mengetahui adanya mayat tersebut lantaran ada keluarga korban mendatangi rumah yang tertutup itu.

"Kami pas dengar orang teriak terkejut, pas kita cek rupanya ada ibu dan anak sudah meninggal dalam keadaan terbaring ke kiri hadap ke timur di lantai dekat pintu dan kursi," ujarnya.

Dikatakannya anak dari ibu itu masih berstatus mahasiswi yang menjalani pendidikan di Kampus Pontianak.

"Mungkin dipangkong (dipukul, Red), karena darah tidak banyak," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved