Senin, 4 Mei 2026

Pelabuhan Batu Ampar Batam Akan Lebih Modern, Begini Nasib Tenaga Kerja Bongkar Muat

Pelabuhan Batu Ampar Batam akan dikelola secara modern. MenkoBidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ubah jadi green port

Tayang:
Istimewa
Pelabuhan Batuampar 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelabuhan Batu Ampar Batam akan dikelola secara modern.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pelabuhan Batu Ampar yang ada di Batam akan dijadikan sebagai green port atau pelabuhan hijau.

Bila terealisasi, maka Batu Ampar akan menjadi pelabuhan ramah lingkungan pertama di Indonesia.

"Kami juga ingin di Batam ini jadi contoh green port pertama di Indonesia karena kami belum punya. Itu Pelabuhan Batu Ampar saya mau lihat besok ke Batam," ujarnya dalam konferensi pers virtual Ekosistem Logistik Nasional, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Menurut Luhut, Pelabuhan Batu Ampar akan setara dengan pelabuhan yang ada di Singapura.

Dengan adanya green port tersebut, Luhut berharap Indonesia tidak akan dilecehkan oleh negara soal modernisasi pelabuhan.

PELNI Operasikan KM Umsini, Ratusan Penumpang Datangi Pelabuhan Batu Ampar Batam

Luhut juga ingin agar proses bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar dikelola secara modern.

Kehadiran tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dinilai tidak lagi dibutuhkan.

"Bongkar muat ini dari zaman Orde Baru. Dulu memang pakai angkutan-angkutan gendong, sekarang kan sudah tidak. Tapi itu masih ada. Saya lihat waktu itu ketidaksepakatan. Tapi sekarang saya paksain harus sepakat karena semua sudah lebih modern," ujarnya.

Meski TKBM dinilai tidak lagi perlukan, namun Luhut tetap ingin agar nantinya TKBM diberikan kesempatan pekerjaan lain agar tidak kehilangan mata pencaharian.

Selain itu, Luhut juga meminta TNI AL dan Bakamla menyergap kapal-kapal yang membuang sampah di laut.

"Yang penting kami segera eksekusi ini dan kemudian kami awasi karena itu akan membawa ke penerimaan negara juga. Tadi saya bilang Rp 1,5 triliun paling tidak hanya dari (pangkasan ongkos logistik). Kemudian, di Batam sendiri akan berdampak pada investasi kira-kira Rp 5 triliun," kata dia.

Hemat biaya logistik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, adanya pemangkasan ekosistem logistik nasional akan menghemat biaya logistik.

Pasalnya, menurut dia, selama ini ada 17 transaksi layanan logistik yang harus dilalui oleh para eksportir dan importir.

"Catatan saya yang pertama adalah cost efisiensi dari logistik ekosistem ini cukup besar ya Rp 1,5 triliun," ujarnya dalam konferensi pers bersama Ekonomi Logistik Nasional secara daring, Kamis (24/9/2020).

"Dengan adanya ekosistem ini hanya diputuskan satu, saya kira ini sebuah langkah yang sangat spektakular," sambungnya. 

Luhut menjelaskan, pemangkasan sistem logistik ekonomi ini sudah pernah dibahas sejak 2 tahun lalu. Namun, pada akhirnya baru terealisasi pada tahun ini.

Mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu memuji Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang telah memangkas sistem layanan logistik tersebut.

"National Logistic Ecosystem (NLE) ini sejak saya di-briefing mungkin dua tahun lalu, jadi kalau hari ini Ibu Ani (Sri Mulyani) meluncurkan, saya kira sudah bagus. Pertemuan saya sudah enggak tahu berapa kali, tapi kemarin saya paksakan harus selesai bulan ini," ucapnya.

Luhut mengaku akan meninjau langsung ke Pelabuhan Batu Ampar di Batam, untuk mengamati langsung proses layanan logistik yang telah melalui single submission atau satu sistem saja.

Dia juga mengingatkan kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Pelindo agar bekerja sama dalam pengawasan serta pelayanan sistem logistik.

"Setelah ini jadi, sekarang langkah eksekusinya bagaimana? Karena eksekusi ini menurut saya penting. Saya minta Mas Heru (Dirjen Bea Cukai) dan teman-teman Pelindo semua harus duduk baik-baik. Kedua, perlu pengawasan kita berlanjut," ujarnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Luhut Ingin Pelabuhan Batu Ampar Batam Jadi Green Port

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved