Minggu, 31 Mei 2026

JANGAN PANIK Tsunami 20 Meter Potensi Terjang Selatan Jawa, Ini Penjelasan BMKG dan Pakar

Hasil riset Nature Scientific Report para peneliti Institut Teknologi Bandung terkait potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa viral

Tayang:
Pixabay/WikiImages
Ilustrasi kerusakan yang timbul pascatsunami. Hasil riset Nature Scientific Report para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa viral dan ramai diperbincangkan masyarakat. 

JANGAN PANIK Tsunami 20 Meter Potensi Terjang Selatan Jawa, Ini Penjelasan BMKG dan Pakar

TRIBUNBATAM.id - Hasil riset Nature Scientific Report para peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.

Riset itu diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report pada (17/9/2020) dan dianggap mengkhawatirkan jika benar-benar terjadi.

GEMPA HARI INI, Gempa 5,1 SR Guncang Pacitan, Jawa Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Jumat (25/9/2020), Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, mengatakan, BMKG dalam hal ini mengapresiasi hasil riset tersebut.

Dia menjelaskan, BMKG mengapresiasi penelitian tersebut karena kajian ilmiah yang dilakukan ini mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk.

Kondisi geografis menjadikan Indonesia sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.
Kondisi geografis menjadikan Indonesia sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. (istimewa)

Akan tetapi, hingga saat ini, teknologi yang ada belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

Mengenang Bencana Gempa Besar Kanto yang Tewaskan 140.000 Jiwa, Sebabkan Tsunami hingga Kebakaran

"Skenario model yang dihasilkan merupakan gambaran terburuk (worst case), dan ini dapat dijadikan acuan dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami," ujarnya.

Oleh karena itu, menanggapi ketidakpastian ini, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkrit untuk meminimalkan risiko kerugian sosial, ekonomi dan korban jiwa.

Ia menegaskan, informasi hasil kajian ini hendaknya tidak mempertajam kecemasan dan kekhawatiran masyarakat, tetapi justru harus segera direspons dengan upaya mitigasi yang nyata.

VIRAL Awan Tsunami di Langit Meulaboh Aceh Pertanda Cuaca Buruk, Sebabkan Hujan Lebat Disertai Petir

Jangan Resah Fokus Mitigasi

Daryono berkata bahwa pada saat ini, masyarakat awam menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat. Padahal, tidak demikian.

"Kita akui, informasi potensi gempa kuat di zona megathrust memang rentan memicu keresahan akibat salah pengertian atau misleading," kata dia.

Kisah Cinta Nyi Roro Kidul Ungkap Jejak Misteri Tsunami Kuno Dasyat, Begini Kata Pakar

Namun, masyarakat ternyata lebih tertarik membahas kemungkin dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.

Adapun perihal mitigasi potensi bencana katrastropik itu, masih banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat beserta para pemangku kepentingan terkait.

Ilustrasi Tsunami - Jawaban Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal kabar adanya potensi gempa 8,8 SR dan tsunami 20 meter di pantai selatan Jawa
Ilustrasi Tsunami - Jawaban Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal kabar adanya potensi gempa 8,8 SR dan tsunami 20 meter di pantai selatan Jawa (Elitereaders.com)

Di antaranya adalah sebagai berikut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved