Selasa, 21 April 2026

TERKUAK! Merdeka dari Indonesia Presiden Timor Leste Berkunjung ke Israel Minta Bantuan Ini

The Jerusalem Post melaporkan bahwa Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta pernah melakukan kunjungan ke Israel

Kolase/aus.edu
Kolase foto Presiden Ramos Horta dan bendera Israel 

TERKUAK! Merdeka dari Indonesia Presiden Timor Leste Berkunjung ke Israel Minta Bantuan Ini

TRIBUNBATAM.id - Sejarah negara Timor Leste mungkin tak akan bisa dipisahkan dengan Indonesia.

Eks bagian dari Indonesia itu dahulunya bernama Timor Timur (Timtim) dan masih menyimpan bekas  untuk sebagian masyarakat Indonesia.

Seberapa hebat apa pun nanti Timor Leste tetap tak akan pernah lepas dari perbincangan publik di Indonesia.

Sebagai negara "baru" Timor Leste tampak lebih condong ke beberapa negara, seperti Australia, Portugal dan China.

Ribuan warga Kota Dili, Timor Leste mendatangi kantor kedubes Australian menuntut perbaruan perbatasan laut.
Ribuan warga Kota Dili, Timor Leste mendatangi kantor kedubes Australian menuntut perbaruan perbatasan laut. (Getty/BBC)

Tetapi, siapa yang menyangka Timor Leste ternyata punya sejarah kedekatan dengan Israel.

Mengutip The Jerusalem Post, Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta pernah melakukan kunjungan ke Israel.

"Kami sudah lama ingin datang ke Israel," kata Ramos Horta kepada Presiden Israel Shinmon Peres di Beit Hanassi, pada 2011.

Baik Ramos Horta dan Shimon Peres pernah bertemu di PBB, sebelum Bumi Lorosae mendapatkan kemerdekaanya.

Barulah, setelah merdeka Ramos Horta melakukan kunjungan ke Israel untuk melakukan kerja sama.

Ramos Horta dan 61 rombongannya pada 2011 melakukan perjalanan dari Timor Leste ke Singapura.

Kolase foto Presiden Ramos Horta dan bendera Israel
Kolase foto Presiden Ramos Horta dan bendera Israel (Kolase/aus.edu)

Kemudian, dari sana mereka menuju Bangkok untuk memperoleh penerbangan menuju Israel.

Ramos Horta mengatakan, dia sangat terkesan dengan Israel dam orang-orang Yahudi setelah membaca buku tentang Israel dan Yahudi.

Saat remaja tahun 1960-an, Ramos Horta terkesan dengan sejarah dan perjuangan untuk kelangsungan hidup orang-orang Yahudi.

Dia telah melewati banyak penganiayaan, diskriminasi, dan pelecehan yang dialami orang-orang Yahudi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved