BATAM TERKINI
Ingin Melepas Rindu, Tapi harus Jalani Karantina, Ini Kisah TKI Pulang ke Batam
Rerata para TKI pulang ke Indonesia lewat pintu masuk Batam karena sudah rindu dengan keluarganya.Sudah setahun mereka hanya komunikasi via hp
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ingin melepas rindu bersama keluarga. Namun apa daya, tak bisa langsung pulang ke kampung halaman, melainkan harus menjalani karantina terlebih dahulu.
Inilah yang dirasakan sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang menjalani karantina di Rusun Batamec di Tanjunguncang, Batam. Seperti penuturan Sulastri, warga Surabaya yang baru pulang dari Singapura.
"Saya sudah satu tahun kerja di Singapura, jadi saya mau pulang," kata Sulastri saat ditemui Tribunbatam.id di Rusun Batamec Batam, Senin (28/9/2020).
Ia bercerita, keberangkatan dan kepulangannya dari Singapura, semua diurus oleh agen yang memberangkatkannya.
"Saya ada agen yang memberangkatkan," kata Sulastri.
• Hasil Swab Negatif Corona, 38 TKI Dipulangkan dari Rusun Batamec Batam
Sebelumnya dia berangkat ke Singapura dari Batam. Begitupun, ketika pulang ke Indonesia, dia melalui pintu masuk Batam.
"Dulu kami berangkatnya banyak, tapi sampai di Singapura disalurkan ke tempat kerja masing-masing," ujarnya.
Selama satu tahun bekerja di Singapura, dia tak pernah bertemu dengan teman-teman lain yang satu keberangkatan dengannya.
Di tempat yang sama Raskita, TKI lainnya juga mengaku dia balik ke Indonesia karena sudah selesai kontrak kerja di negeri jiran.
"Dulu satu tahun saja, jadi sudah selesai masa kontraknya, makanya pulang dulu. Mungkin nanti berangkat lagi," katanya.
Sama seperti Sulastri, dia mengaku sudah sangat rindu dengan keluarganya. Pasalnya, selama ini hanya bisa berkomunikasi melalui saluran telepon whatsApp.
"Ya kita mau lepas rindulah," kata Raskita.
Sementara saat ditanya mengapa memilih kerja di luar negeri dibanding di dalam negeri, rata-rata mereka mengaku sangat sulit mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
"Di Indonesia, susah cari kerja, kalaupun ada kerja, sangat banyak saingan. Terus persyaratannya sangat banyak," kata Raskita.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan gaji di luar negeri, cukup lumayan jika ditukar dengan uang di Indonesia.
"Di Singapura, kita juga dapat tempat tinggal dan tidak ada pengeluaran,"kata Raskita.
Meski gajinya sedikit, namun dari gaji sedikit itu bisa terkumpul.
"Kita di sana kerjanya hanya mengurus rumah, jadi tidak ada pengeluaran,"kata Raskita.
(Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2809tki-diperiksa-tim-medis.jpg)