Minggu, 26 April 2026

Kadinkes Batam Khawatir Ledakan Kasus Covid-19 Klaster Dormitori, Apindo: Terapkan Perwako 49

Kepala Dinkes Kota Batam, Senin (28/9/2020) mengaku khawatir ada ledakan jumlah kasus Covid-19 dari Klaster Dormitori Batam.

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
DORMITORI - Suasana salah satu dormitori di kawasan Mukakuning, Kota Batam. Terpantau, dormitori yang terletak di salah satu blok itu sepi aktivitas, Senin (28/9/2020) 

Editor: Thom Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Jumlah pasien kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Batam belum juga turun hingga Senin (28/8/2020).

Jumlah tersebut justru bertambah belakangan ini setelah muncul klaster baru dari kawasan industri.  

Selama 26—27 September 2020, pasien terkonfirmasi positif dari Klaster Dormitori Panbil Mukakuning, bertambah 17 orang.

Angka ini terbilang cukup besar apalagi sebelumnya ada 56 pekerja dari kawasan industri yang sama, juga terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi sendiri langsung khawatir melihat penambahan jumlah kasus itu.

Kasus Corona dari Kawasan Dormitori Panbil Kembali Bertambah, Ini Kata Kadinkes Batam

Dia memperkirakan potensi ledakan pasien positif dari Klaster Dormitori Panbil Mukakuning akan kembali terjadi pada waktu mendatang.

"Iya, bisa saja. Tapi, saya tak ingin berspekulasi terlalu jauh terkait potensi ledakan tersebut," tegas Didi saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id.

Dua dormitori di kawasan industri Mukakuning memang dijadikan tempat karantina bagi para pekerja yang positif Covid-19 selama ini.

Para pekerja itu dikarantina setelah menjalani rapid test massal yang digelar oleh dua perusahaan beberapa hari lalu.

DORMITORI - Menurut data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, jumlah pasien Covid-19 dari lingkungan dormitori bertambah sembilan orang.
DORMITORI - Menurut data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, jumlah pasien Covid-19 dari lingkungan dormitori bertambah sembilan orang. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

Kedua perusahaan itu adalah PT. Infineon Technologies Batam dan PT. Philips Technologies Batam.

Didi lalu memastikan kedua perusahaan tersebut juga telah melakukan pemeriksaan swab massal terhadap seluruh karyawannya.

Penambahan kasus Covid-19 di kawasan industri mendapat tanggapan dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri.

Wakil Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) HKI Kepri, Tjaw Hioeng mengatakan semua perusahaan di kawasan industri sudah menerapakan protokol kesehatan.

Bahkan protokol kesehatan itu sudah diterapkan jauh sebelum kasus Covid-19 muncul di kawasan industri Mukakuning.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved