Bantu Korban Banjir Palopo, Suryani Lepas Relawan Hope For Life dari Batam
Keberangkatan Tim Relawan Hope For Life ini dalam rangka mengirimkan bantuan kepada korban musibah banjir bandang di Masamba, Palopo.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Calon Wakil Gubernur Kepri, Suryani melepas keberangkatan Relawan Hope For Life dari Batam menuju Masamba, Palopo, Sulawesi Selatan, Selasa (29/9).
Keberangkatan Tim Relawan ini dalam rangka mengirimkan bantuan kepada korban musibah banjir bandang di Masamba, Palopo.
Kepada Ketua Tim, Pedro Gaza dan Relawan Hope for Life, Suryani berpesan untuk menyampaikan salam kepada masyarakat yang terdampak musibah.
Semoga keadaan berangsur pulih kembali dan keceriaan dan berkah kembali hadir di Masamba.
"Selamat jalan untuk Tim Hope For Life, semangat terus berkhidmat kepada masyarakat", tutup Suryani.
Banjir bandang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) Senin, (13/7) diketahui memakan cukup banyak korban.
Setidaknya, hingga saat ini, Basarnas mencatat jumlah korban tewas 13 orang dan 46 orang dinyatakan hilang.
Berdasarkan data sementara Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sekitar 4.930 keluarga terdampak banjir.
Dari data ini perlu ada recovery dan kepergian relawan ini adalah bentuk kepedulian Kepri terhadap daerah lain yang menghadapi musibah bencana.
Dukungan Warga Nias di Kepri untuk Soerya Respationo
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri telah menetapkan tiga nama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri periode 2020-2025. Mereka yakni HM Soerya Respationo - Iman Sutiawan, Isdianto - Suryani, dan Ansar Ahmad - Marlin Agustina.
Selepas penetapan calon itu, sejumlah elemen masyarakat menyatakan dukungannya kepada calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo. Salah satunya dari elemen masyarakat Nias yang menamakan Komunitas Yaita Ono Niha / Masyarakat Nias Soerya-Iman for Kepri-1.
Puluhan masyarakat Nias itu diterima Soerya di rumahnya di Duta Mas, Batam Center, Batam, Kepri. Soerya tampak menerima satu per satu masyarakat itu. Di antaranya Pendeta Mudahari Zai, Pastor Iskandar Dachi, Ketua tim Gerakan Angkatan Muda Nias Indonesia (GAMNIS) Kepri Yano, Sekretaris Tim Saferiyusu Hulu, Tomas Lature, Lesiaro Nazara dan sejumlah ketua-ketua komponen masyarakat.
Saat tiba, masyarakat tersebut langsung menyampaikan beberapa hal termasuk dukungan. Yano mengatakan, dukungan masyarakat Nias kali ini kepada Soerya atas berbagai pertimbangan.
• ONGKOS PILKADA MAHAL! Mantan Calon Bupati Edarkan Uang Palsu, Terbelit Utang Rp 1 Miliar saat Pemilu
• Kunker ke Batam, Pjs Gubernur Kepri: Pilkada Serentak Tahun Ini Pilkada Luar Biasa
"Pak Soerya cukup dekat dengan masyarakat Nias selama ini dan bapak pluralisme Kepri," katanya, Rabu (23/9/2020).
Saferiyusu Hulu menambahkan, yang menarik, sebagai kesungguhan mereka sudah membentuk tim. Selain itu, ada kotak yang berisi uang koin dan kertas yang dikumpulkan dari masyarakat Nias dan Simpatisan yang ada di Kepri.
"Kami tahu nilainya tidak seberapa. Tetapi kali ini, kami memberikan edukasi kepada masyarakat luas jika kita mendukung pemimpin, kita jauhkan money politic. Bahkan, menurut saya yang pas itu adalah uang dari masyarakat kepada calon. Karena itu sebagai kesungguhan kami juga, selain itu tim kecil sudah menyiapkan rumah pemenangan di Sagulung," kata Safer sapaan akrab Saferiyusu Hulu.
Pendeta Mudahari Zai mengatakan hal yang sama. Ia mengapresiasi anak-anak muda Nias yang tergabung dalam komunitas Yaita Ono Niha / Masyarakat Nias Soerya-Iman for Kepri-1.
"Ini jadi pelajaran bagi semua. Kami imbau, kita ingin calon yang memperhatikan rakyatnya. Dan hal itu ada di dalam pak Soerya. Kami doakan, pak Soerya menang pada Pilkada ini dan dijauhkan money politic, tetapi sebaliknya justru masyarakat membantu calon," ungkap Pendeta Mudahari Zai.
Pastor Iskandar juga mengatakan, hanya meminta Soerya-Iman kelak memimpin Kepri untuk memperhatikan masyarakat luas dan masyarakat Nias.
"Mengayomi semua suku, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Aspirasi masyarakat Nias senantiasa didengar oleh pak Soerya dan aspirasi kami ini telah kami tuangkan tertulis dan ini bukan proposal dana," katanya.
Mendengar kata-kata doa dan dukungan, Soerya yang akrab disapa Romo itu mengapresiasi masyarakat Nias. Ia mengatakan, secara hubungan emosional masyarakat Nias dengannya banyak bersahabat. Seperti tokoh masyarakat Nias dan politisi senior PDI-P Firman Jaya Daeli. Selain itu para tokoh pemuda dari Gamnis Kepri.
"Dan masih banyak yang lain. Saya sangat dekat dengan masyarakat Nias. Aspirasi masyarakat Nias dan seluruh masyarakat Kepri kami pasti mendengarkan. Kami tidak mau menjual kampanye dengan menambah bumbu dan kecap. Tapi kami pastikan, baik kami dan partai kami adalah sahabat bagi semua elemen masyarakat," ujarnya.
Usai pertemuan singkat itu, diakhiri dengan penyerahan donasi masyarakat ke Soerya-Iman, aspirasi dalam bentuk tertulis, dan foto bareng. Suasana saat itu hangat dan cair.
Marlin Agustina Rudi
Suasana hangat dan penuh canda tergambar saat pertemuan Bakal Calon Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina Rudi dengan media di Kota Batam, Sabtu (19/9/2020) siang.
Istri Wali Kota Batam HM Rudi ini banyak bercerita. Mulai keseharian hingga keputusan bertarung di Pilgub Kepri.
Namun ia juga menyadari sebagai manusia bisa tentu ada kekuarangan dan tidak sempurna.
“Kalau kekurangan saya menurunkan berat badan. Susah sekali menurunkan,” ujarnya yang disambut gelak tawa para awak media.
Meski bertarung di politik, Marlin juga sadar dirinya sebagai seorang istri. Selama ini ia bisa membagi waktu dan peran sehingga rumah tangganya tetap harmonis.
“Selama pernikahan saya dengan Pak Rudi belum pernah saya membuka handphone bapak, belum pernah tanya mengenai penghasilan. Ini adalah kunci agar rumah tangga harmonis. Soal rezeki saya percaya sudah diatur Tuhan, jadi tidak perlu lagi saya bertanya,” ujarnya.
Di Pilgub Kepri, Marlin Agustina berpasangan Ansar Ahmad.
Mereka diusung koalisi Nasdem, Golkar, PAN, dan beberapa partai lain.
Keduanya menantang incumbent Isdianto-Suryani usungan PKS, Hanura, dan Demokrat.
Duo politisi kawakan Kepri juga jadi lawannya; Ketua DPD PDIP dan Gerindra Kepri Soerya Respationo-Iman Sutiawan.
Mengenakan baju krem berpadukan jilbab kehijauan, Marlin mengaku pertarungannya di Pilkada Kepri sebagai lompatan besar. “Saya ibu rumah tangga dan taak berlatar belakang politik.”
Meski demikian ia yakin bisa berbuat banyak untuk warga Kepri.
“Butuh waktu untuk meyakinkan diri. Dan ini menjadi bukti bahwa ibu rumah tangga juga bisa. Bisa berkarya,” ujar Marlin.
Beberapa kali sang suami menyatakan kepada Marlin bahwa perlu ada keterwakilan dari partai yang duduk di provinsi untuk mensinkronkan pembangunan di Batam.
Ia pun mencontohkan pembangunan ruas jalan provinsi di Batam akan cepat terealisasi bila ada keterwakilan di provinsi.
Ruas jalan di Batam memang terbagi menjadi beberapa wilayah kewenangan yakni nasional, provinsi, BP Batam, dan Pemko Batam.
Dalam beberapa kali turun ke masyarakat, ia mendengar adanya tudingan politik dinasti. Menurutnya dirinya maju sebagai Calon Wakil Gubernur Kepri sedangkan suaminya maju sebagai Calon Wali Kota Batam bukanlah politik dinasti.
Sebab tidak ada menurunkan kekuasaan antara dirinya dengan sang suami.
“Ini khan saya calon wakil gubernur, sedangkan Pak Rudi kan calon wali kota Batam, tentu bukan politik dinasti. Tapi namanya persepsi tentu beragam,” jelasnya.
Dalam berpolitik, ia ingin menebarkan politik yang santun. Sebagai warga kelahiran Karimun, ia merasa tahu betul apa yang harus cocok dilakukan untuk pembangunan Kepri.(TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng/Leo Halawa/Agus Tri Harsanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/suryani-lepas-perwakilan-hope-fot-life-batam-ke-palopo.jpg)