Selasa, 21 April 2026

TRIBUN WIKI

Perjalanan Panjang Batik hingga Diakui Dunia, Dikenalkan oleh Soeharto saat Konferensi PBB

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
HARI BATIK NASIONAL - Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. FOTO: Sejumlah penyandang disabilitas belajar membatik di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017). Kegiatan belajar membatik bertujuan untuk menggali potensi kreatifitas para penyandang disabilitas sekaligus memperingati Hari Batik Nasional. 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Siapa yang tidak tahu batik?

Kain bermotif ini bukan sekadar selembar kain.

Lebih dari itu, batik adalah warisan asli Nusantara yang menyimpan kekayaan tradisi.

UNESCO bahkan telah mengakui batik sebagai warisan dunia dari Indonesia yang patut dilestarikan.

Saking berharganya batik bagi Indonesia, ditetapkanlah Hari Batik Nasional.

Hari itu diperingati setiap 2 Oktober.

Diakui UNESCO

Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional oleh Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB.

Padahal dulunya, batik kurang mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Namun kini, batik telah berkembang menjadi satu ikon fashion budaya Indonesia dengan beragam warna dan motif, tak terbatas hanya pada warna cokelat maupun hitam.

Pemerintah kemudian mendaftarkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO, pada 2008.

Pengajuan itu pun membuahkan hasil bagi pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO diterima secara resmi, lalu dikukuhkan pada 2 Oktober 2009.

Badan PBB untuk kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, (UNESCO) kemudian menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Keputusan UNESCO terhadap batik dilatarbelakangi bahwa batik Indonesia terkait erat dengan banyak simbol yang bertautan dengan status sosial, kebudayaan lokal, alam, dan sejarah itu sendiri.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved